Makna dan Peran Perpustakaan Sekolah (2/Bersambung)

Ilustrasi, (Tribunnews.com).

Share

Oleh Undang Sudarsana

PERPUSTAKAAN sekolah merupakan perpustakaan jasa, oleh karena itu harus menyediakan akses terbuka bagi semua dokumen. Untuk mencapai tujuannya, perpustakaan harus menyediakan berbagai macam jasa. Perpustakaan sekolah harus memberikan jasa sebagai berikut:

  1. orientasi perpustakaan bagi murid baru
  2. jasa bimbingan pembaca
  3. sirkulasi
  4. panduan menggunakan katalog
  5. panduan menelusuri dan menentukan lokasi buku
  6. panduan menggunakan buku rujukan (referens)
  7. penyediaan informasi sesuai dengan permintaan
  8. penyediaan vertical files berisi pamflet, laporan karya tulis, kliping surat kabar, dan sebagainya.
  9. pameran buku dan bahan lain
  10. menyelenggarakan perdebatan buku atau pembicaraan buku
  11. pinjam antar perpustakaan.

Perpustakaan sekolah harus menjadi pusat kegiatan yang berlangsung di sekolah. Siswa dapat menggunakannya untuk keperluan pendidikan, informasi, rekreasi, inspirasi, dan sebagainya. Siswa dapat menggunakannya untuk keperluan pekerjaan rumah, membaca paralel yaitu membaca sejajar dengan bahan yang diterimanya di kelas, dan tindak lanjut lainnya. Dia dapat memperoleh informasi tentang kegiatan yang berlangsung di luar kurikulum seperti pramuka, pelajaran agama, pesta sekolah, dan sebagainya. Bagi siswa yang ingin mengikuti perlombaan karya ilmiah remaja, diskusi, dia dapat menggunakan jasa perpustakaan.

Perpustakaan sekolah diadakan bukan lagi hanya sekadar melayani selera para siswa untuk membaca buku-buku, tetapi perpustakaan itu sendiri harus dapat membatu para siswa mengasah otak, memperluas dan memperdalam pengetahuan, melahirkan kecekatan serta membantu siswa dalam aktivitas-aktivitas yang kurikuler dan ekstra kurikuler. A.S. Nasution (1989: 4), mengemukakan, bahwa tujuan dari perpustakaan sekolah adalah:

  1. membantu para pelajar melaksanakan penyelidikan dan mencari keterangan-keterangan yang lebih luas dari pelajaran yang didapatnya di dalam kelas. Perpustakaan harus dapat memberikan bahan-bahan yang dapat memperkaya pelajaran dengan menyediakan buku-buku, pamflet-pamflet, gambar-gambar, dan sebagainya.
  2. dari sumber-sumber pengetahuan yang beraneka ragam itu, seorang siswa dapat mengetahui bahwa berbagai informasi dapat diberikan dengan cara-cara yang berbeda-beda.
  3. perpustakaan yang baik juga dapat membantu seorang siswa mengembangkan kegemarannya.
  4. perpustakaan sekolah harus menyebarkan ke seluruh sekolah bahan-bahan bacaan yang bernilai dan cocok dengan selera dan daya baca anak-anak untuk memupuk kebiasaan membaca.
  5. perpustakaan yang dipimpin dan diatur baik, juga memberikan pendidikan tanggung jawab kepada seorang siswa.

Sebuah perpustakaan yang teratur baik dapat memberikan latihan kepada para siswa cara-cara mencari dan menemukan informasi dalam perpustakaan yang bagaimanapun besarnya. Kebiasaan belajar sendiri memakai buku dan bahan pustaka lainnya, akan membawa manfaat besar dalam kehidupan peserta didik di masa-masa yang akan datang.

A. Peran Perpustakaan Dalam Proses Belajar Mengajar
Sebagai lembaga pendidikan formal, sekolah bertanggung jawab dalam mempersiapkan siswa supaya berhasil dan mampu bertanggung jawab dalam kehidupan di masyarakat kelak. Untuk mencapai tujuan tersebut, sekolah menyelenggarakan kegiatannya melalui belajar mengajar.

Di dalam proses belajar mengajar di suatu sekolah harus diusahakan agar siswa dapat mengembangkan dirinya secara optimal sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minat masing-masing. Untuk itu diperlukan adanya bimbingan dan pengarahan yang baik dari para pendidik, yaitu Kepala Sekolah, guru, dan juga pustakawan. Dalam hal ini, tugas pendidik dalam mengajar tidak terbatas hanya menyampaikan atau menyajikan sejumlah ilmu pengetahuan saja melainkan juga melatih dan membina siswa untuk melakukan kebiasaan belajar yang baik. Untuk itu, perpustakaan sekolah dapat memberikan informasi mengenai buku-buku pelajaran atau koleksi yang ada di perpustakaan sebagai bahan bacaan dalam mengembangkan pelajaran yang lebih lanjut.

Dalam mewujudkan peranannya itu, perpustakaan harus menyediakan bahan-bahan pustaka dari berbagai jenis ilmu pengetahuan baik secara kualitatif maupun kuantitatif sesuai dengan kebutuhan bidang studi atau mata pelajaran yang dipelajari di kelas, dalam artian koleksi perpustakaan harus merupakan suatu sumber bacaan yang dapat membantu bagi pemenuhan kebutuhan dalam proses belajar mengajar. Di sini, perpustakaan sekolah harus mampu melayani kebutuhan siswa dan guru, baik yang berhubungan dengan ekstra kurikuler maupun intra kurikuler sehingga perpustakaan dapat berperan sebagai sarana belajar yang ampuh.
Perpustakaan sekolah mempunyai peranan yang penting yaitu sebagai laboratorium dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Secara detail peran perpustakaan sekolah dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Partisipasi aktif dalam program sekolah untuk memenuhi kebutuhan murid, guru, orang tua dan masyarakat.
  2. Menyediakan bahan-bahan pustaka dan pemberian pelayanan yang dipandang sesuai dan sangat berarti bagi pertumbuhan dan pengembangan anak didik.
  3. Memberikan bimbingan dan dorongan kepada anak didik, guru, orang tua murid dalam masalah membaca untuk mendapatkan kegairahan dan kesenangan serta pengalaman yang luas. Menumbuhkan kemampuan mengapresiasi dan mengambil keputusan.
  4. Memberikan kemampuan dan penghargaan kepada anak didik dalam menggunakan semua jenis bahan pustaka serta membiasakan mereka dalam hal menggunakan perpustakaan.
  5. Bekerjasama dengan para pendidik dalam memilih bahan serta memajukan pendayagunaan sumber-sumber informasi di dalam program pengajaran.
  6. Menumbuhkan pada anak kemauan untuk belajar sepanjang hidupnya.
  7. Bekerjasama dengan para pustakawan, tokoh masyarakat dalam perencanaan dan pengembangan program perpustakaan untuk masyarakatnya. (Depdikbud, 1979: 129).

Koleksi perpustakaan dapat membantu siswa untuk melatih cara berpikir kritis dan kreartif. Itulah sebabnya perpustakaan sekolah merupakan salah satu komponen sarana yang dapat menunjang terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Selain itu, perpustakaan sekolah dapat menyediakan sumber-sumber belajar sebagai perangsang dan pendorong terhadap siswa untuk melakukan kegiatan belajar, sehingga siswa dapat mengisi dan memanfaatkan waktu luangnya untuk belajar dengan menggunakan bahan-bahan bacaan yang ada di perpustakaan. Seperti apa yang dikemukakan oleh Thomas Swartout yang dikutip oleh Soejono Trimo (1977: 7) bahwa “… di sekolah moderen sekarang ini banyak aktivitas-aktivitas belajar paling efektif, yakni dengan penggunaan bahan-bahan pelajaran yang ada di perpustakaan”.

Dengan adanya aktivitas guru dan siswa menggunakan bahan-bahan pustaka yang ada di perpustakaan dalam kegiatan belajar mengajar, memungkinkan proses belajar mengajar akan efektif, karena perpustakaan sekolah merupakan salah satu sarana belajar yang memungkinkan para guru dan siswa dapat menyelesaikan tugasnya untuk mencapai tujuan belajar yang diharapkan.

Menurut James Thomson (Perpustakaan Sekolah) peranan perpustakaan dalam pendidikan terletak pada tenaganya. “The role of libraries in education is a further manifestation of their power”. Tanpa diragukan oleh siapa saja bahwa perpustakaan memiliki daya yang luar biasa dalam membantu berhasilnya pendidikan, karena itu setiap sekolah di Eropa maupun di Amerika selalu memiliki perpustakaan. Mereka sangat bangga dengan learning resource center yang mereka miliki.

Selanjutnya menghadapi belajar sepanjang hidup, para siswa setelah ke luar dari sekolah harus dapat mencari informasi dari perpustakaan umum atau jenis perpustakaan yang lain. Sebab apa yang mereka peroleh dibangku sekolah hanyalah 15% dari seluruh pengetahuan yang kita perlukan dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat. Oleh sebab itu, bergaul dengan buku merupakan kebiasaan dan kemampuan yang harus diberikan kepada siswa, seperti dikatan Thomson: “Books still remain the sole comprehensive and proven method of self-teaching”.

Dalam pendidikan moderen, belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas saja akan tetapi sudah mengarah kepada student oriented. Selain itu pendidikan moderen lebih menekankan pada “… learning situation with stress upon individual and group work rather class teaching”. (Purton, 1970: 1).

Perpustakaan sekolah sebagai sarana belajar merupakan salah satu jenis lingkungan yang bisa mempengaruhi suasana belajar mengajar, dengan kata lain cara belajar dan mengajar yang berorientasi pada perpustakaan adalah merupakan suatu usaha pendekatan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Untuk mencapai hal tersebut tidaklah mudah, oleh karena itu diperlukan usaha yang gigih dan kontinyu baik dari pengelola perpustakaan maupun dari pihak pelindung. Karena, perkembangan dari perpustakaan sekolah sangat dipengaruhi oleh kebijaksanaan dari pemerintah serta tanggapan dari masyarakat pemakainya.***

*Penulis adalah Dosen Tetap Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung.

Tinggalkan Balasan