Makna dan Peran Perpustakaan Sekolah (4/Bersambung)

Ilustrasi, (Tribunnews.com).

Share

Oleh Undang Sudarsana

D. Peran Pustakawan
Personel atau staf perpustakaan adalah orang-orang yang secara fungsional mempunyai tanggung jawab baik secara langsung atau tidak langsung bagi pelayanan perpustakaan. Bagaimanapun lengkapnya koleksi dan fasilitas perpustakaan, kalau tidak ditangani oleh personil yang memadai, maka kekayaan yang tersedia di perpustakaan akan kurang mempunyai makna dan arti. Dalam kelompok ini yang paling utama adalah pustakawan dan petugas perpustakaan. Tugas dan kewajiban mereka bukan hanya menjadi penunggu koleksi, tapi yang paling utama adalah bagaimana perpustakaan itu dapat berdayaguna bagi pengembangan pengetahuan siswa khususnya dan dapat memperkaya proses belajar mengajar di sekolah pada umumnya.

Pelayanan merupakan kunci sukses dalam penyelenggaraan perpustakaan. Oleh karena itu merupakan tanggung jawab profesional setiap petugas perpustakaan untuk senantiasa memiliki motivasi yang kuat, wawasan yang luas, dan senantiasa berupaya secara aktif agar dapat melaksanakan pelayanan sebaik-baiknya. Dengan demikian, penyelenggaraan perpustakaan dapat berjalan seoptimal mungkin dengan hasil yang diharapkan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Untuk mencapai sasaran tersebut adalah kewajiban dan tugas setiap pustakawan untuk senantiasa dekat dengan pemakai perpustakaan, khususnya siswa dan guru. Kiprah yang harus dilaksanakan oleh setiap petugas perpustakaan adalah agar siswa dan guru khususnya akrab dan terbiasa dengan segala informasi dan fasilitas yang tersedia di perpustakaan. Selain itu, petugas perpustakaan harus berupaya agar pendayagunaan perpustakaan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dan siswa dalam kegiatan sehari-hari.

Selain itu, pustakawan harus mampu memberikan pelayanan yang dapat memenuhi kebutuhan para pemakai, di mana siswa sebagai pihak yang paling berkepentingan untuk dilayani perlu mendapatkan pelayanan yang memadai sesuai dengan tingkat perkembangannya. Bagi siswa, belajar dengan mendayagunakan perpustakaan merupakan suatu keharusan seperti kegiatan-kegiatan lainnya di sekolah. Oleh karena itu faktor kesenangan dan keingintahuan serta kebutuhan siswa perlu diperhatikan dan disalurkan sebaik mungkin sehingga belajar di perpustakaan merupakan suatu kebutuhan.

Menyadari pentingnya pustakawan sebagai penggerak perpustakaan sekolah, maka untuk menunjang keberhasilan pelayanan perpustakaan perlu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, di antaranya pengaturan dan penataan ruangan perpustakaan di samping menyediakan koleksi yang cukup agar siswa terdorong untuk belajar di perpustakaan. Hal ini merupakan tugas pustakawan untuk membina perpustakaannya agar dapat berfungsi sebagai pusat kegiatan belajar mengajar.

Program perpustakaan sekolah erat hubungannya dengan “the educational goal” dari sekolah yang bersangkutan, maka mau tidak mau pustakawan mempunyai tugas dalam pembinaan kurikulum maupun prosedur-prosedur pengajaran. Janganlah ada anggapan, bahwa seorang pustakawan hanya merupakan penjaga gudang buku saja. Sebaliknya pustakawan merupakan seorang pendidik, karena pustakawan juga mempunyai tanggung jawab yang sama yaitu agar anak didik menjadi manusia yang berguna yang diharapkan tujuan pendidikan di mana mereka perlu di arahkan untuk menjadi manusia yang terampil baik untuk melanjutkan sekolahnya maupun ke masyarakat kerja.

Untuk jelasnya tanggung jawab seorang pustakawan ikut serta dalam kegiatan pendidikan, sebagai berikut: “The librarian work will all teacher responsible for the developmental, corrective and individual reading program in the school, by making suggestion about materials, by guiding the reading of the student in the library, in line with recommendation of teacher and schelduling library periods and activities to meet the need of student. (ALA, 1963: 56).

Selain itu pustakawan dituntut untuk mempunyai kecakapan baik dalam mengelola perpustakaan maupun keikutsertaannya dalam program pengajaran, dengan kata lain pustakawan sekolah mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai guru dan sebagai pustakawan. Hal ini agar pelayanan perpustakaan dapat diberikan secara optimal.

Serangkaian upaya yang dapat dilakukan pustakawan sekolah dalam rangka memotivasi siswa agar mau mendayagunakan perpustakaan, yakni:

  1. Menyediakan bahan pustaka yang sesuai dengan kebutuhan pemakai, termasuk cara pengaturan serta penempatan bahan yang dapat memberikan kemudahan bagi para siswa dalam menemukan bahan pustaka/informasi secara cepat.
  2. Memperpanjang jam buka perpustakaan serta jadwal pengunjung atas pertimbangan kegiatan kelas. hal ini dapat dilaksanakan dengan bantuan guru bidang studi, wali kelas, dan bagian bidang kurikulum.
  3. Mengadakan promosi perpustakaan melalui kegiatan: pameran buku yang dikaitkan dengan tema tertentu sesuai dengan hari bersejarah, display (memajangkan buku-buku baru), memberi pengarahan dan bimbingan cara menggunakan perpustakaan.
  4. Mengadakan kegiatan book talk pada jam-jam tertentu.
  5. Memberi hadiah kepada siswa/kelas yang rajin memanfaatkan koleksi perpustakaan. (Muchyidin, 1979: 58).

Upaya-upaya lain yang perlu dilakukan oleh pustakawan dalam rangka meningkatkan pendayagunaan perpustakaan agar prestasi belajar siswa meningkat, di antaranya:

  1. mengadakan kegiatan khusus promosi
  2. mengadakan pamer buku pada papan pamer secara teratur dan terus menerus oleh petugas atau diselenggarakan secara serentak yang diikuti oleh wakil-wakil dari masing-masing kelas atau sekelompok siswa.
  3. memasang slogan-slogan, semboyan-semboyan atau kata-kata mutiara yang erat kaitannya dengan membaca buku dan perpustakaan.
  4. menerbitkan dan menyebarluaskan brosur-brosur berisi keterangan tentang buku, majalah, surat kabar, dan bahan-bahan pustaka lain kepada siswa dan guru.
  5. menggunakan setiap kesempatan untuk memberikan informasi mengenai perpustakaan, misalnya dalam upacara bendera atau rapat guru.
  6. memasang gambar-gambar, jaket buku dan sebagainya di ruang perpustakaan yang dapat merangsang siswa dan guru untuk mendayagunakan perpustakaan.

Demikianlah antara lain upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh pustakawan dalam memberikan motivasi kepada para siswa untuk mendayagunakan perpustakaan.***

*Penulis adalah Dosen Tetap Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung.

Tinggalkan Balasan