Beras Adan, Beras IG yang Mengejutkan

Beras adan, beras khas yang dihasilkan dari Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, (Foto: Detik.com).

Share

Oleh Mumu Toha Muslim

BERAS adan merupakan beras khas yang dihasilkan dari Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara yang berada pada ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut. Beras ini adalah salah satu dari tiga jenis beras di Indonesia yang sudah dikukuhkan sebagai beras Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan sertifikat nomor ID G 000 000 013. Disebut IG maksudnya apabila beras tersebut ditanam di luar lokasi geografisnya akan menghasilkan beras berbeda dengan induknya.

Beras adan sangat disukai oleh masyarakat Malaysia dan Brunai Darussalam secara turun-temurun. Bahkan, menurut pedagang di Krayan, beras ini juga kerap disajikan khusus di istana Raja Brunai Darussalam.

Kelebihan beras ini yaitu rasanya yang lembut, pulen, wangi, serta organic. Sehingga, tahan dalam waktu tiga hari dalam kondisi terbuka di wadah.

Kelebihan yang dimiliki beras adan tentu tidak serta-merta diperoleh tanpa perlakuan unik. Hal ini terlihat dari tata cara budidaya yang dilakukan petani adan.

Berikut gambaran cara budidaya padi adan:

1) Pertanaman hanya sekali dalam setahun dengan jenis beras adan, dengan masa tanam Juli sampai Agustus dan panen raya Desember sampai Februari.

2) Sebelum dilakukan pertanaman, sawah dibiarkan menjadi lahan gembala kerbau selama tiga bulan. Kerbau ini berfungsi sebagai pembajak sawah dan pemberi pupuk.

3) Setelah sampai tiga bulan, kemudian dilakukan persiapan sawah untuk pertanaman padi dan membuat persemaian.

4) Sawah yang sudah siap, kemudian ditanami benih padi.

5) Selama masa pertanaman petani hanya melakukan penyiangan dari gulma, tanpa melakukan pemupukan.

6) Setelah memasuki masa panen, pemanenan menggunakan sabit dan perontokan dengan cara digebuk pada tempat penggebukan panen.

Saat ini luas pertanaman padi adan sekitar 2.500 hektare dengan produktivitas rata-rata 4,6 ton per hektare yang tersebar di Kecamatan Krayan dan Krayan Selatan.

Karena jalur transportasi darat ke daerah lain di Indonesia sampai saat ini belum tersambung, penjualan beras adan sebagian besar dilakukan dengan pedagang Malaysia, di perbatasan Malaysia melalui pos lintas batas Long Midang dengan skema perdagangan lintas batas.***

Penulis bekerja di Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Kementerian Pertanian

Redaksi didikpos.com menerima tulisan dari pembaca berupa artikel, feature, essay. Tulisan dikirimkan melalui email: didikposmedia@gmail.com.