Cara Mengecek Plagiarisme Online untuk Skripsi, Tesis, Disertasi, hingga Jurnal

Ilustrasi, (Foto: Kompasiana.com).

Share

DIDIKPOS.COM – Plagiarisme seringkali ditemukan di berbagai pengerjaan karya tulis ilmiah (skripsi, tesis, disertasi, dan jurnal) yang digarap oleh mahasiswa/akademisi. Oleh sebab itu, sudah sepatutnya dosen maupun tim penilai jurnal mengetahui berbagai fasilitas kemudahan untuk mengecek plagiarisme secara online.

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan RI Nomor 17 Tahun 2010 Plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai.

Plagiarisme bahkan selayaknya kejahatan karena dianggap sebagai tindakan pemalsuan dan penipuan atas hak cipta, etika, dan moral.

Apalagi di dunia serbadigital seperti saat ini sangat mudah menyalin karya orang tanpa menyertakan kredit penulis asli. Cukup dengan keyword tombol andalan Ctrl+A, Ctrl+C, lalu Ctrl+V tinggal mengakui seolah hasil tulisannya sendiri.

Dalam dunia pendidikan maupun jurnalistik, plagiarisme merupakan pelanggaran etika yang serius dan ada sanksi hukumnya.

Cara Mengecek Plagiarisme Online dengan 5 Tools

Ada berbagai jenis pelanggaran penulisan karya yang merujuk plagiarisme jika tak disertai sumbernya, mulai dari pengutipan hingga parafrasa. Oleh karenanya, berikut 5 rujukan situs dan cara mengecek plagiarisme online, yang dapat diakses secara gratis hingga berbayar.

1) Unicheck

Unicheck mengklaim bahwa situsnya telah digunakan oleh lebih dari 1.100 akademisi di seluruh dunia. Cara kerjanya juga cukup mudah, sebab dilakukan secara real-time.

Para pengguna hanya tinggal mengakses situsnya, dan meletakkan teks yang ingin diperiksa tingkat plagiasinya. Selain itu, tak membutuhkan waktu generate yang lama, Unicheck mampu menampilkan hasil berupa url situs yang memiliki konten yang sama dengan tulisan yang telah dicek.

Selain itu, situs yang memiliki sejuta pengguna ini mampu memindai hingga 16 miliar halaman dan dokumen di Google dan Bing. Namun, tak semua pengguna dapat mengakses situs ini secara penuh.

Pengguna dapat menikmati fasilitas Unicheck dengan keakuratan hampir 99 persen dengan menebusnya sebesar 15 dolar AS per bulannya. Namun, pengguna juga diberikan fasilitas cek gratis situs ini menggunakan pengecekan plagiasi maksimal 275 kata.

2) Plagiarism Detector

Situs yang satu ini mampu mendeteksi karya plagiat melalui salinan pada kolom pencarian maupun pencarian melalui alamat url. Pengguna dapat menikmati fasilitas ini secara gratis, meski terbatas maksimal 1.000 kata pencocokan yang digunakan.

Kendati demikian situs ini tidak membatasi berapa kali pengecekan plagiasi dalam sehari, itu artinya pengguna dapat mengakalinya dengan melakukan pengecekan secara bertahap, dengan tulisan kurang dari 1.000 kata.

Plagiarism Detector juga mengklaim, mesin pencarian plagiasi yang diciptakannya mampu menyaring tulisan hingga mendalam, sehingga hasil yang didapatkan juga maksimal.

Selain itu, situs ini juga menawarkan pengecekan plagiasi yang jauh lebih akurat dan pencarian tak terbatas, hanya saja pengguna harus membayar paling sedikit 20 dolar AS dan paling mahal 80 dolar AS, per bulannya.

3) Duplichecker

Melalui Duplichecker, pengguna diberikan tiga opsi pengecekan dan pencarian plagiasi. Yang pertama, pengguna dapat melakukan pencarian plagiasi melalui teks yang disalin dalam kotak pencarian mereka, dengan ketentuan maksimal 1.000 kata.

Yang kedua, pengguna dapat melakukan cek plagiasi melalui file dokumen yang diunggah. Dan yang terakhir, pengguna harus menginputkan alamat url, untuk mengetahui situs apa saja yang terkait dengan konten yang sama dengan situs yang digunakan sebagai media pencarian.

Hasil pencarian melalui duplichecker, pengguna akan disuguhkan persentase plagiarisme, keaslian atau unik, dan tulisan yang memiliki makna sama. Parameter tersebut dapat dijadikan acuan, semakin asli tulisan tersebut, maka persentase plagiarisme akan sangat tipis.

4) Smallseotools

Situs ini mengklaim mampu ‘menolong’ karya plagiasi pengguna, untuk dialihkan ke dalam parafrase atau pengungkapan kembali suatu konsep dengan cara lain dalam bahasa yang sama, namun tanpa mengubah maknanya.

Selain itu, Smallseotools juga mendukung berbagai format file yang akan digunakan sebagai unggahan pencarian. Pengguna dapat mengunggah berbagai format dokumen termasuk .doc, .docx, .txt, .tex, .rtf, .odt, dan .pdf.

Dan yang sedikit menguntungkan, situs ini menyediakan fasilitas report, yang berarti pengguna yang merasa tulisannya diplagiat orang lain, maka dapat melaporkan situsnya melalui Smallseotools.

Cara kerjanya, pengguna hanya perlu menyalin tulisan yang ingin dicek, dan memprosesnya, meski terbatas hanya 1.000 kata per pencarian.

5) Copy Scape

Situs yang dirilis sejak tahun 2004 ini, memiliki fungsi untuk mendeteksi apakah tulisan yang diinputkan dan serupa, juga ditulis di tempat yang lain. Misalnya, pengguna menyalin tiga paragraf dan meletakkannya di kolom yang disediakan Copyscape.

Copyscape bekerja berdasarkan url alamat yang diperiksa. Jadi ketika pengguna ingin menggunakan tools yang satu ini, salin alamat url yang memuat tulisan yang akan diperiksa.

Maka, Copyscape akan bekerja dengan mencocokkan mana saja situs yang memuat tulisan yang sama, atau memiliki beberapa bagian tulisan yang sama.

Tentu saja jika Copyscape menunjukkan nihil pencarian yang sama, maka kemungkinan besar karya penulisan tersebut dapat disebut sebagai konten original.

Selain pengecekan plagiat, Copyscape juga menyediakan layanan lain seperti Copyscape Premium, Premium API, Copysentry, Free Comparison Tool, dan Free Plagiarism Banner.

Tips Terhindar dari Plagiarisme

Melansir Grammarly, setidaknya ada beberapa cara yang dapat menghindarkan penulis dalam hal plagiasi. Pasalnya, kadang beberapa orang tidak menyadari bahwa aksinya merupakan tindakan plagiasi.

Oleh sebab itu, coba ikuti beberapa tips ini agar penulis tak salah diartikan sebagai seorang plagiator.

1) Selalu cantumkan sumber data penulisan apabila mengutip, meliputi nama, tahun publikasi, judul, dan hal lain selayaknya dalam daftar pustaka atau sitasi

2) Sertakan tanda baca kutip dalam tulisan yang mengandung pendapat seseorang, hal itu untuk mempertegas bahwa hal itu bukan pendapat orisinal penulis.

3) Lakukan Parafrase. Kendati demikian, lakukan secara hati-hati sebab banyak sekali parafrase yang masih menjurus kepada tindakan plagiasi. Baca karya seseorang, cantumkan sumbernya namun tulis ulang dengan bahasa sendiri.

4) Sampaikan pendapat orisinal secara pribadi, hal tersebut paling ‘kuat’ dari sebuah karya penulisan

5) Cek dan ricek melalui situs cek plagiarisme

Sanksi Tindakan Plagiarisme

Ada beberapa sanksi yang dikenakan kepada para plagiator, salah satunya Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 70, yang mengatur sanksi bagi orang yang melakukan plagiat, khususnya yang terjadi di lingkungan akademik, yang berbunyi sebagaimana berikut:

“Lulusan yang karya ilmiah yang digunakannya untuk mendapatkan gelar akademik, profesi, atau vokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 Ayat (2) terbukti merupakan jiplakan dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah),”

Selain itu, Permendiknas Nomor 17 Tahun 2010 telah mengatur sanksi bagi mahasiswa yang menyuburkan aksi plagiarisme. Jika terbukti melakukan plagiasi maka seorang mahasiswa akan memperoleh sanksi, mulai dari teguran, peringatan tertulis hingga drop out (DO), dan yang lebih parah penarikan ijazah bagi alumni yang ketahuan melakukan plagiasi.

Nah, setelah mengetahui cara cek plagiarisme online, maka ada baiknya jika berniat menghasilkan karya tulisan. Gunakan ide orisinal dan kembangkan tulisan dengan bebas.

Hal tersebut tentu saja berguna sekali dalam menghindari aktivitas plagiasi yang ternyata punya efek serius sebab terdapat sanksi hukum yang jelas. (des)***

Sumber: CNNIndonesia.com