Tips Sehat Bakar Sate Kambing

Ilustrasi, (Foto: Kompas.com).

Share

DIDIKPOS.COM – Bikin sate kambing saat Idul Adha jadi kebiasaan bagi yang bosan olahan santan. Nah, lebih bahaya mana, bakar sate sampai gosong atau setengah matang?

Banyak yang bilang, makan sate yang dibakar hingga gosong bisa meningkatkan risiko kanker. Sementara itu, sate yang dibuat setengah matang bisa meningkatkan risiko terinfeksi bakteri atau virus yang mungkin masih hidup dalam daging.

Lantas, bagaimana cara bakar sate kambing yang benar? Mana yang lebih bahaya antara daging gosong dan daging setengah matang?

Bicara soal daging kambing itu sendiri, ada yang suka memanggang atau membakarnya sampai agak gosong, karena dinilai lebih lezat berkat sensasi asap dan rasa “bakarnya” lebih kuat (smoky).

Di sisi lain, ada juga yang gemar membakarnya setengah matang (medium rare) agar dagingnya tidak terlalu keras ketika dikunyah dan masih juicy.

Kendati demikian, kolumnis kesehatan, dr. Devia Irine Putri, menyebutkan, dua cara bakar sate kambing di atas berisiko.

Menurut Devia, sebenarnya, kedua cara bakar sate kambing tadi tidak ada yang benar. Bahaya makanan gosong adalah adanya risiko karsinogenik sehingga meningkatkan risiko kanker.

“Sedangkan, untuk sate kambing setengah matang, ini malah mendatangkan risiko terinfeksi kuman. Jadi, dua-duanya jelas berisiko buat kesehatan Anda,” lanjutnya.

Nah, apabila ditanya manakah yang lebih berbahaya di antara keduanya, apa jawabannya?

Ternyata, untuk menjadi sebuah kanker, butuh proses yang cukup lama. Jika hanya sesekali mengonsumsi daging yang gosong, maka itu tak langsung membuat Anda terkena penyakit kanker.

Efek dari karsinogenik ini lebih ke jangka panjang. Bila Anda mengonsumsinya terus-menerus dan dalam jumlah banyak, barulah kemungkinan itu bisa terjadi.

Dokter Devia berpendapat, pada dasarnya kanker merupakan penyakit multifaktoral atau penyebabnya bisa banyak, tak cuma dari makanan.

Beda halnya dengan sate kambing setengah matang. Kuman dari makanan tersebut bisa menyebabkan keracunan, gangguan pencernaan atau gangguan fungsi organ yang parah, dan dehidrasi. Bila tak segera diatasi, bisa sampai menyebabkan kematian.

“Cara bakar sate kambing versi setengah matang memiliki komplikasi jangka pendek,” katanya.

Ya, meski sama-sama berbahaya, tetapi tingkat darurat atau urgensinya lebih parah sate kambing yang setengah matang.

Makan olahan kambing di hari raya itu memang spesial rasanya. Tapi, jangan sampai Anda tidak memerhatikan hal-hal di bawah ini agar makanan enak tersebut tak berubah jadi “bumerang” buat kesehatan.

Ada cara-cara yang dianjurkan dalam membuat sate kambing sehat, antara lain:

– Buang lemak pada daging kambing.

– Saat membakar sate, pastikan alat bakar tidak berkarat dan tidak kotor. Kalau panggangan sudah berkarat dan susah dibersihkan, lebih baik panggang di atas teflon baru. Sehabis itu, ditusuk dengan tusukan sate.
Saat memanggang, ganti mentega dengan minyak yang lebih sehat, misalnya minyak zaitun atau minyak kanola.

– Perhatikan waktu membakarnya, jangan sampai gosong atau masih mentah. “Anda bisa melihat perubahan warnanya. Kalau sudah kecokelatan, berarti sudah matang. Bisa dibelah dulu pakai pisau kalau ragu,” saran dr. Devia.

– Tidak perlu langsung memasak dalam porsi besar. Secukupnya saja, jadi daging bisa disimpan dalam freezer dan dimasak lagi lain kali.

– Imbangi juga dengan menu sayuran. Sebisa mungkin olahan sayurnya bukan yang dimasak dengan santan. Anda juga bisa membuat minuman segar dari buah, misalnya es mentimun.

Kini Anda sudah tahu lebih bahaya mana cara bakar sate kambing sampai gosong dengan yang setengah matang. Bila dilihat kedaruratannya, sate kambing setengah matang lebih berbahaya karena kuman dapat menciptakan penyakit lebih cepat.

Tapi, Anda juga tidak disarankan untuk sering makan makanan gosong. Intinya, masaklah dengan tingkat kematangan yang tepat, tidak gosong dan tidak setengah matang, apalagi mentah. (gib)***

Sumber: Klikdokter.com