UPI Gelar Pengukuhan Delapan Guru Besar

Rektor UPI, Prof. Dr. M. Solehuddin M.Pd., M.A., saat melakukan tahapan seremoni pengukuhan salah satu guru besar, (Foto: Humas UPI).

Share

DIDIKPOS.COM – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan pengukuhan delapan guru besar, Rabu dan Kamis (5-6/8/2020). Pengukuhan guru besar ini diselenggarakan secara daring melalui aplikasi zoom. Kegiatan disiarkan secara langsung melalui media informasi dan media sosial UPI.

Bagi para peserta pengukuhan, kegiatan diselenggarakan di Gedung Achmad Sanusi UPI, Jln. Dr. Setiabudhi 229 Bandung. Kegiatan ini mengacu kepada standar protokol kesehatan.

Pada hari pertama, Rabu (5/8/2020), guru besar yang dikukuhkan yaitu Prof. Dr. Ida Hamidah, M.Si. (Guru Besar Bidang Ilmu Fisika); Prof. Dr. Parlindungan Sinaga, M.Si. (Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Fisika); Prof. Dr. Andi Suhandi, S.Pd., M.Si. (Guru Besar Bidang Ilmu Fisika); dan Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si. (Guru Besar Bidang Ilmu Kimia Material).

Adapun pada hari kedua, Kamis (6/8/2020), guru besar yang dikukuhkan yaitu Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Si. (Guru Besar Bidang Ilmu Pengajaran Bahasa Perancis); Prof. Riswanda Setiadi, MA., Ph.D. (Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Bahasa/Literasi); Prof. Dr. Dadang S. Anshori, M.Si., (Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Wacana Bahasa Indonesia); dan Prof. Dr. Deni Darmawan, M.Si. (Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi Pendidikan).

Dalam siaran pers yang diterima didikpos.com, Minggu (9/8/2020), disebutkan, melalui pengukuhan guru besar ini, UPI memberikan sumbangsih pemikiran dan karya terbaik pada bidang ilmu masing-masing dalam rangka pembangunan pendidikan bagi bangsa Indonesia.

“Pemikiran dan karya terbaik yang disampaikan dalam pengukuhan guru besar UPI merupakan tugas dosen dalam jabatanya sebagai guru besar atau profesor. Melalui berbagai pemikiran dan karya terbaik yang disampaikan dalam pengukuhan guru besar ini, UPI bekerja keras mewujudkan fungsi pendidikan tinggi dalam mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat,” ujarnya. (des).