Model Kemitraan dalam Kolaborasi antara Guru & Orang Tua di Masa PJJ

Ilustrasi, (Youtube.com).

Share

Oleh  Ipah Latipah,M.Pd

Mengintip Nuansa Kolaborasi Guru & Orang Tua di Finlandia

BEGINILAH nuansa kolaborasi yang terjalin antara guru & orang tua siswa di Finlandia dalam menyokong sepenuhnya pendidikan anak-anaknya.

                                Guru di Mata Orang Tua Finlandia  
– Orang tua di Finlandia sangat menghormati guru dan sekolah
– Orang tua di Finlandia memahami bahwa pekerjaan mengajar adalah pekerjaan yang kompleks dan penuh dinamika, sehingga perlu didukung dalam semua aspek
– Orang tua akan membantu semaksimal mungkin jika guru mengalami kesulitan mengajar, alih-alih menyalahkan guru
– Orang tua menganggap guru adalah pahlawan kesuksesan bagi anak-anak mereka
– Orang tua di Finlandia menyampaikan kritik kepada sekolah dengan cara yang santun
Layanan Paripurna dari Guru  
– Di awal masuk sekolah, guru akan berusaha membangun suasana yang baik dan menyenangkan tentang sekolah.
– Guru berusaha memahami betul kondisi psikofisik murid-muridnya
– Guru dan pihak sekolah senang menerima kritik dari orang tua sebagai saran untuk membantu permasalahan belajar anak-anak.  

Ternyata pendidikan maju bukan semata sistem dan kurikulum yang jitu, melainkan  terdapat peran besar orang tua yang nyata dan bermutu. Sedikit mengintip nuansa kerja sama yang kolaboratif antara guru dan orang tua siswa di Finlandia, sebuah negara yang mendapat label secara internasional sebagai negara yang berhasil dan maju dalam segi pendidikan, memang terasa manis. Demikian sinergi dan harmonisnya kolaborasi yang terbangun. Terlihat adanya keseimbangan peran yang dilaksanakan baik oleh guru sebagai orang tua di sekolah maupun oleh orang tua sebagai pendidik utama anak-anaknya di rumah. Dan inilah yang selayaknya dimaksimalkan, pendidikan yang memadukan dua kekuatan besar yaitu sekolah dan keluarga (orang tua & guru) untuk bersama-sama mengupayakan pendidikan yang berkualitas bagi generasi terbaik bangsa.

Apalagi di masa pembelajaran jarak jauh (PJJ), peran aktif orang tua sangat diperlukan bahkan menjadi tonggak keberhasilan pendidikan. Berharap nuansa kolaborasi seperti yang terjadi di Finladia, dirasakan juga di Indonesia. Tentu bukanlah hal yang tidak mungkin, namun butuh ikhtiar bersama dan sikap saling empati. Bahkan melalui Laman Sahabat Keluarga Kemdikbud, kolaborasi antara guru dan orang tua difasilitasi, beragam ilmu dan wawasan mengenai parenting, pengalaman, dan praktik baik pendidikan anak di sekolah dan di rumah dipaparkan dalam laman tersebut.(www.sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id)[i]

Model Kemitraan dalam Menerapkan Praktik Kolaborasi

Dalam situasi pendidikan, nampaknya model kemitraan yang lebih cocok diterapkan. Model kemitraan mengedepankan pendayagunaan semua potensi yang memiliki kepentingan terhadap proses pendidikan di sekolah dan menitikberatkan kepada pembagian tanggung jawab dan peran antara semua pihak yang terlibat dalam keberlangsungan pendidikan. Kemitraan memiliki beberapa prinsip yaitu keselarasan dan keharmoisan, semangat kebersamaan yang kontributif dan partisipatif, saling menghargai, saling melengkapi dan saling memperkuat, saling asah, saling asih dan saling asuh. (Keith & Girling, 1991: 256).[ii]

Dengan terjalinnya kemitraan antara sekolah dan keluarga, sejumlah manfaat dapat diperoleh, antara lain yaitu:

1) Orang tua dapat lebih memahami dan mendukung program sekolah

2) Orang tua dapat menyelaraskan kegiatan anak di rumah

3) Orang tua dapat  saling berbagi dan menambah pengetahuan dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak

4) Orang tua dapat berperan aktif dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan ancaman yang ada di sekitar anak

5) Orang tua dapat memberikan masukan yang konstruktif terhadap kemajuan sekolah

6) Orangtua dapat mengikuti kemajuan belajar dan mendukung kemajuan anak

(Kim: 2012).[iii]

Beberapa kegiatan praktik kolaborasi antara guru dan orang tua atau pihak sekolah dengan keluarga antara lain yaitu pelibatan orang tua dalam beberapa acara atau kegiatan yang diselenggarakan di sekolah baik sebagai peserta, pendukung, bahkan narasumber. Kegiatan lainnya seperti mengikuti pertemuan terjadwal di sekolah, dan memanfaatkan media grup WA, POS (Perkumpulan Orang tua Siswa), Komite untuk menjalin komunikasi yang efektif.

Tantangan di masa PJJ adalah memaksimalkan kembali kemitraan sekolah & keluarga (kolaborasi guru & orang tua) sebagai upaya memelihara dan meningkatkan efektivitas belajar dari rumah. Meskipun kondisi belajar dari rumah tentu tidak akan seefektif ketika terdukung juga oleh pembelajaran tatap muka di sekolah, namun hal tersbut bukanlah berarti pendidikan harus terhenti, tetapi bagaimana kita berupaya untuk mencari celah-celah potensi yang masih bisa dimaksimalkan. Hikmah yang dapat kita petik bersama dari kondisi pendidikan saat ini adalah bahwa orang tua dipacu untuk lebih kreatif dan sabar sebagai pendidik dan guru didorong untuk lebih cerdas dan bijaksana sebagai orang tua. Dan kerja sama yang kolaboratiflah yang akan mengikat dua kekuatan tersebut. ***


[i]www.sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id

[ii] Keith,Sherry & Robert Henriques Girling. (1991). Educational Management and Participation. Boston:Allyn and Bacon.

[iii] Kim, dkk. (2012). Parent Involvement and family-School Partnerships: Examining the Content, Process, and Outcomes of Structural Versus Relationship-Based Approaches (N0. 2012-6). CYFS Working Paper.

Penulis adalah Guru BK SMPN 1 Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.