Pandemi Covid-19, Kemenag Salurkan Bantuan untuk Pesantren/Madrasah hingga Rp 2 Triliun

Ilustrasi, (Foto: Sindonews.com).

Share

DIDIKPOS.COM – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, menyebutkan, total lebih dari Rp 2 triliun bantuan yang sudah diberikan untuk membantu pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan (madrasah) di masa pandemi COVID-19.

“Bantuan ini tidak termasuk Bantuan Operasional Pesantren (BOP) yang diberikan oleh Kementerian Agama sejak akhir Agustus 2020 kemarin. Masing-masing pesantren ada yang mendapat bantuan sebesar Rp 25juta – Rp 50 juta menyesuaikan dengan jumlah santri di masing-masing pesantren,” kata Menag, dikutip laman Kemenag, Jumat (16/10/2020).

Menag berharap pesantren tetap menerapkan protokol kesehatan dalam proses pembelajaran. Ini penting dilakukan sebagai upaya bersama dalam mencegah penyebaran COVID-19.

“Selama pandemi masih berlangsung saya berharap, pesantren bisa melakukan pembelajaran tatap muka dengan jumlah santri yang mengikuti kapasitas standard protokol kesehatan, guna meminimalisir kemungkinan penyebaran kedepan. Virus COVID-19 bisa menimpa siapa saja. Ini bukan aib, tapi musibah. Mari tetap patuhi protokol kesehatan, demi kesehatan kita bersama,” pesannya.

Terjunkan Satgas

Menyikapi sejumlah santri di beberapa pesantren dan madrasah terkonfirmasi positif COVID-19, Menag menuturkan, sebagai upaya penanganan, Kemenag menerjunkan tim satgas untuk memberikan bantuan.

“Kami prihatin dengan kasus positif COVID-19 yang terjadi di pesantren. Tim Satgas Ditjen Pendidikan Islam Kemenag sudah terjun langsung ke lokasi untuk memberikan bantuan,” terangnya.

Menurut Menag, beberapa bantuan sudah disalurkan, di antaranya berupa 38.000 masker medis, 35.940 masker kain, 1.825 Hand Sanitizer, 2.460 botol suplemen, dan 2.150 sabun cuci tangan. Selain itu, bantuan juga diberikan dalam bentuk disinfektan, alat foging, isi ulang hand sanitizer, madu, dan alat pelindung diri (APD).

“Ini baru tahap awal, bantuan yang disalurkan untuk delapan pondok pesantren di kawasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Total ada 861 santri yang terkonfirmasi positif pada delapan pesantren ini,” ujar Menag.

“Tim akan terus bergerak, menyalurkan bantuan ke sejumlah pesantren lainnya, terutama yang terkonfirmasi kasus positif COVID-19,” sambungnya.

Sampai saat ini, tercatat ada 1.510 santri, ustadz, dan ustadzah yang terkonfirmasi positif COVID-19 dari berbagai pesantren di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 976 orang sudah dinyatakan sembuh. Sisanya, masih dalam proses perawatan dan isolasi. (haf)***