Disdik Kota Bekasi Rancang Aturan Belajar di Sekolah, Waktu Belajar Dikurangi

(Ilustrasi: Jogya.com)

Share

DIDIKPOS.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi terus melakukan persiapan jelang pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah yang akan digelar pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 (Januari 2021).

Sesuai kebijakan dari pemerintah, hari aktif kegiatan sekolah pun nantinya akan dikurangi.

“Dalam pembahasan awal, itu diberlakukan tidak sepenuh hari. Misalnya dalam seminggu hanya beberapa hari saja ditetapkan. Misalnya kelas 7, 8, 9, kelas 7 sehari hanya dua rombel, kelas 8 hanya dua rombel, kelas 9 juga demikian,” kata Anggota Tim Role Model Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Disdik Kota Bekasi, Haris Budiyono, dikutip wartakota.tribunnews.com, Sabtu (21/11/2020).

“Kami sedang merancang aturannya dan sesuai dengan arahan Pak Menteri, harus hati-hari dan gradual. Gradual yang dimaksud adalah jumlah murid yang diperbolehkan masuk sekolah harus dibatasi berdasarkan rombel (rombongan belajar),” sambungnya.

Haris menuturkan, pihaknya masih memiliki waktu selama lebih dari satu bulan untuk mempersiapkan aturan beserta protokol kesehatan agar simulasi KBM tatap muka, atau role model, bisa digelar pada 1 Januari 2021.

Merujuk pada kalender akademik 2021, kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka SD dan SMP di Kota Bekasi bakal kembali digelar pada 11 Januari 2021 mendatang.

“Kalau melihat kalender akademik, jatuhnya masuk sekolah di tahun ajaran 2020-2021 itu 11 Januari 2021. Ada kemungkinan juga satu minggu setelah itu. Kami harus buat dulu peraturan rujukannya,” terangnya.

Haris mengatakan, saat ini Disdik Kota Bekasi masih merancang aturan yang merupakan penambahan saat pihaknya menggelar role model ujicoba sekolah pada Agustus 2020 lalu.

“Tinggal updating atau penyempurnaan dari pedoman sebelumnya. Aturan lama 70 persen, ada penambahan 30 persen lagi yang baru,” kata Haris.

Kata Haris, pihaknya telah memiliki dua modal yang bisa dijadikan acuan untuk kembali membuka KBM tatap muka di Kota Bekasi.

“Paling tidak kita sudah ada dua modal, satu adalah rumusan tentang pembelajaran tatap muka terbatas dan yang kedua video perilaku kegiatan belajar terbatas sekolah, seandaikan sekolah mengadakan tatap muka,” ungkapnya. (des)***

Tinggalkan Balasan