Lindungi Tubuh dari Penyakit, Cukup dengan Olahraga 12 Menit Sehari

Penelitian terbaru menemukan, hanya dengan sedikit waktu berolahraga dapat membuat perbedaan besar pada kesehatan tubuh, (Ilustrasi: Bisnis.com).

Share

DIDIKPOS.COM – Penelitian terbaru menemukan, hanya dengan sedikit waktu berolahraga dapat membuat perbedaan besar pada kesehatan tubuh. Olahraga tak selalu harus di tempat khusus, Anda bisa melakukannya sendiri di rumah atau berjalan kaki dan berlari di sekitar perumahan dengan menjaga jarak.

Dilansir jurnal Circulation, olahraga singkat dapat meningkatkan kesehatan secara signifikan dengan mengubah tingkat metabolit tubuh. Metabolit adalah produk dari metabolisme, yang berpengaruh langsung pada tumbuh kembang manusia dan fungsi ekologi dalam tubuh.

Penelitian yang dipublikasikan IFL Science menyebutkan, hanya dengan 12 menit latihan kardio yang intens dapat mengubah lebih dari 80 persen metabolit yang beredar. Itu memengaruhi kesehatan kardiometabolik dan kardiovaskular seseorang dalam jangka panjang.

Studi tersebut mengamati tingkat 588 metabolit yang beredar pada 411 pria dan wanita paruh baya sebelum dan segera setelah melakukan olahraga berat selama 12 menit. Hasilnya menunjukkan, perubahan yang menguntungkan dalam beberapa metabolit yang diketahui terkait dengan penyakit jantung, diabetes, dan penyakit hati.

Temuan mereka juga mengungkapkan bahwa manfaat ini dipengaruhi lebih dari sekadar rutinitas olahraga mereka, karena jenis kelamin dan pengukuran massa tubuh juga terlibat dalam rasio metabolit.

Selain melihat respons individu secara real-time, para peneliti juga dapat memprediksi hasil kesehatan masa depan dari partisipan mereka dengan menggunakan data historis.

Studi Jantung Framingham longitudinal 1948, yang menyimpan data tentang tiga generasi partisipan, memberikan akses ke penulis studi, sehingga mereka dapat mencari tren efek jangka panjang metabolit pada peningkatan atau pengurangan risiko komplikasi kesehatan di masa depan.

Dengan menggunakan ini, para peneliti dapat memprediksi hasil kesehatan peserta di masa depan dan berapa lama mereka dapat hidup berdasarkan respons tubuh mereka terhadap eksperimen olahraga yang dicerminkan oleh rasio metabolit mereka. Penelitian ini mengungkapkan wawasan tentang dasar-dasar molekuler yang memengaruhi efek olahraga pada tubuh.

Dengan demikian, penelitian ini dapat membantu petugas kesehatan dalam menetapkan cara terbaik untuk menargetkan pasien yang menunjukkan sejumlah faktor risiko metabolik seperti penyakit jantung atau diabetes, dan memberi informasi yang lebih baik kepada dokter tentang rencana pengobatan terbaik bagi pasien tersebut, untuk menjamin masa depan yang lebih sehat.

“Banyak yang diketahui tentang efek olahraga pada sistem jantung, vaskular, dan inflamasi tubuh, tetapi penelitian kami memberikan pandangan komprehensif tentang dampak metabolik dari olahraga dengan menghubungkan jalur metabolisme tertentu dengan variabel respons olahraga dan hasil kesehatan jangka panjang,” kata penulis senior studi Gregory Lewis.

“Apa yang mengejutkan kami adalah efek latihan singkat pada tingkat sirkulasi metabolit yang mengatur fungsi utama tubuh, seperti resistensi insulin, stres oksidatif, reaktivitas vaskular, peradangan dan umur panjang.” (gib)***

Sumber: Kompas.com

Tinggalkan Balasan