“Literasi Desa untuk Kemajuan Kota” Diluncurkan, Wali Kota: Bergerak Bersama

YRBK bersama Dinas PMD Kesbangpol Kota Banjar meluncurkan buku "Literasi Desa untuk Kemajuan Kota", (Foto: Dok. YRBK).

Share


DIDIKPOS.COM – Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) bersama Dinas PMD Kesbangpol Kota Banjar meluncurkan buku “Literasi Desa untuk Kemajuan Kota”, baru-baru ini.

Peluncuran buku ini juga dihadiri Wali Kota Banjar, Dr. Hj. Ade Uu Sukaesih, M.Si.

“Kemajuan pembangunan di tingkat Desa maupun Kelurahan tidak akan lepas dari kapasitas dan kapabelitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. Karena itu budaya literasi menjadi penting untuk turut mendorong SDM yang berkualitas,” kata Wali Kota Banjar, Ade Uu Sukaesih, saat menyampaikan sambutan peluncuran buku.

Wali Kota mengungkapkan, literasi desa dan kelurahan adalah sebuah upaya kolaborasi beberapa komponen yang ada dalam masyarakat desa dan kelurahan. Komponen-kompoen ini bersinergi dan bergerak bersama dalam meningkatkan wawasan serta menstimulasi berbagai kreativitas dan inovasi masyarakat.

“Keseluruhan kegiatan tersebut didesain dan diarahkan sedemikian rupa guna memfasilitasi masyarakat agar mampu berperan secara aktif dalam proses pembangunan daerah,” katanya.

Pendiri YRBK, Sofian Munawar, menuturkan, penerbitan buku “Literasi Desa untuk Kemajuan Kota” merupakan salah satu ikhtiar untuk memacu pemerintahan desa dan kelurahan agar lebih peduli pada peningkatan SDM sebagai salah satu modal pembangunan.

Lanjutnya, SDM yang berkualitas akan terdorong oleh tingkat masyarakat yang literat. Karena itulah literasi akan menjadi kunci penting yang dapat mendorong kemajuan desa dan kelurahan.

“Sudah saatnya perpustakaan desa dan perpustakaan kelurahan difungsikan secara maksimal sehingga secara aktual dapat diandalkan sebagai penopang kemajuan. Kegiatan literasi desa dan kelurahan juga diharapkan dapat menggali dan mendokumentasikan capaian prestasi dan praktik-praktik baik yang sudah dilakukan sebagai modal untuk pencapaian prestasi berikutnya,” tambah Sofian.

Dalam buku setebal 194 halaman itu ada cerita dari 11 Desa/Kelurahan Terbaik yang mengungkap berbagai cerita baik (best practice) capaian prestasi dan ragam rencana lain yang diharapkan dapat dilaksanakan di tingkat desa dan kelurahan.

Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, misalnya, terus berupaya mendorong kegiatan literasi desa dan kegiatan ekonomi dengan menggenjot Bumdes sebagai prioritas pembangunan.

“Bumdes ke depan akan terus kita dorong agar mampu menjadi sokoguru ekonomi desa,” ujar Kepala Desa Kujangsari, Mujahid.

Model cerita baik lainnya seperti dilakukan Kelurahan Banjar dengan mengadakan program “Calakan”.

Dalam bahasa Sunda, kata “Calakan” memiliki arti “Pintar”. Adapun Kelurahan Banjar meluncurkan program “Calakan” yang berarti “maCA ajang jaLAn KahirupAN” atau membaca sebagai modal untuk menjalani kehidupan.

“Melalui program literasi ‘Calakan’ diharapkan nantinya tercipta generasi yang ‘Rancage’. Konsepsi ‘Rancage’ mengacu pada proses bertahap yang dinamis untuk mencapai hidup yang lebih baik melalui proses belajar atau menuntut ilmu secara terus menerus untuk menjadi pribadi yang lebih baik, yaitu menjadi cakap atau pandai. Kata ‘Rancage’ juga merupakan akronim dari: Ramah, Aman, Nyaman, CintA lingkungan, GawE babarengan,” ujar Lurah Banjar, Irfan Fauzi, S.IP, M.AP. (septian sofiawan/dac)***

Tinggalkan Balasan