Mahasiswa Unpad Ini Promosikan Permainan Tradisional Lewat Blog, Sasar Siswa SD

Tiga mahasiswa Prodi Sastra Arab FIB Unpad mengembangkan blog yang khusus untuk mempromosikan permainan tradisional, (Foto: Unpad.ac.id).

Share

DIDIKPOS.COM – Tiga mahasiswa Program Studi (Prodi) Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (FIB Unpad) mengembangkan blog yang khusus untuk mempromosikan permainan tradisional. Promosi lewat internet dinilai lebih efektif, mengingat saat ini banyak anak kecil yang terbiasa menggunakan ponsel.

Ketiga mahasiswa tersebut yaitu Fuji Fitri Anjani, Siti Sopiah, dan Iqna Zahra Aulia.

Gagasan Fuji dan tim berhasil meraih juara pertama pada Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat nasional yang digelar Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan, 11 – 15 November lalu. Penyusunan karya ilmiah bertema “Rancang Bangun Situs Permainan Tradisional Sebagai Media Belajar dan Interaksi Anak Usia Sekolah Dasar pada Era Revolusi Industri 4.0” ini dibantu oleh Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Taufik Ampera, M.Hum.

Salah satu mahasiswa pengembang blog, Fuji Fitri Anjani, mengatakan, mereka berupaya mempromosikan kembali permainan tradisional kepada masyarakat, terutama pelajar sekolah dasar (SD). Tujuannya agar anak-anak zaman sekarang bisa mengenal sekaligus merasakan serunya bermain permainan tradisional.

“Hasil wawancara awal yang dilakukannya bersama tim kepada sejumlah siswa di Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Kabupaten Ciamis menunjukkan, hanya 30% dari total responden yang mengetahui tentang permainan tradisional di Jawa Barat,” kata Fuji, Kamis (19/11/2020).

Menurutnya, blog bernama kaulinan1234 ini masih dalam tahap pengembangan. Rencananya menyajikan tiga konten utama. Pertama, tim akan menampilkan beragam video mengenai permainan tradisional. Pengunjung dapat melihat dokumentasi cara bermain permainan tradisional.

“Video ini diharapkan akan menggugah semangat mereka untuk mencoba permainan tersebut,” terangnya.

Konten kedua adalah mikroblog. Mikroblog ini berisi tulisan yang menampilkan deskripsi singkat dari beragam permainan tradisional. Saat ini, Fuji dan tim baru terfokus mengumpulkan data-data mengenai permainan tradisional di Jawa Barat, seperti luncat tali (lompat tali), beklen (bola bekel), sondah (engklek), hingga ucing-ucingan (petak umpet).

Pada konten mikroblog juga, Fuji dan tim menyajikan rubrik “Ruang Pena”. Rubrik ini merupakan wadah untuk menampung kreasi tulisan dari para anak usia sekolah dasar. Tulisan dikirim ke pengelola situs, lalu kemudian ditayangkan di rubrik ini.

Konten terakhir adalah siniar (podcast). Melalui siniar, Fuji dan tim mengalihwahanakan beragam karya sastra anak, seperti dongeng dan cerita anak ke dalam format audio. Format siniar dipilih karena merepresentasikan suasana aktivitas mendongeng.

“Zaman dahulu kita sebelum tidur suka dibacakan dongeng atau cerita, sekarang sudah mulai jarang. Makanya kita manfaatkan siniar agar seperti kita mendengar dongeng yang dibacakan,” kata Fuji.

Fuji yang pernah merasakan asiknya bermain permainan tradisional ini sangat berharap agar aktivitas ini kembali hidup. Ia menilai, permainan tradisional sangat bermanfaat dalam membentuk karakter diri.

“Permainan tradisonal rata-rata dimainkan secara berkelompok, maka akan membentuk sikap kita menghadapi keadaan sosial, membentuk cara kita bekerja sama, mendengarkan pendapat orang lain, dan adil terhadap sesama anggota kelompok. Sikap-sikap seperti ini membentuk kepribadian saya hingga sekarang,” papar Fuji.

Dikatakannya, dibandingkan dengan sekarang, anak-anak cenderung individualis karena lebih banyak berinteraksi dengan ponsel. Karena itu, Fuji dan tim berupaya untuk menggugah semangat anak-anak zaman sekarang untuk mencoba memainkan berbagai jenis permainan tradisional.

“Menurut saya lebih enak bermain permainan tradisional, karena lebih terasa pertemanannya,” kata Fuji. (des)***

Tinggalkan Balasan