Puisi Nurul Aéni Fitriah

(Ilustrasi: LINE Today)

Share

LUPUT

Tarik nafas, tenang.
Semua pernah lupa.
Benar-benar lupa.
Termasuk padamu.

Markas, 23 Desember 2020.

***

ASA SANG WARSA

Tak perlu dengan riuh dentum,
ia hanya ingin kau sambut dengan senyum.
Bukan dengan hingar-bingar,
ia lebih ingin jadi sarana untuk setiap doa yang kau hantar.

Syukurmu pada Tuhanmu,
sudah lebih dari cukup untuk membuatnya tersenyum simpul.
Yang ia minta hanya asa dan doa,
bukan riuh rendah dan foya-foya.

Markas, 1 Januari 2021.

***

Nurul Aéni Fitriah, Guru Bahasa Sunda MTs Persis Katapang & SMP Rancamanyar, Kabupaten Bandung.

Tinggalkan Balasan