Puisi Rudianto Ade

(Ilustrasi: Antaranews.com)

Share

MATAHARI SEDANG MENGGIGIL

Pagi ini hujan datang sangat tergesa
Diguyurnya dedaunan dan tanah lembab menjadi basah
Sementara burung elang jawa dan ayam jantan belum sampai di kantor
Burung Pipit dan cicak di rumah masih rapat terbungkus selimut

Tungku dan perapian masih lengket dengan debu dan jelaga
hanya suara kidung arofah yang tetap membahana di ruang tengah
Ditimpali sayup-sayup koplo remix dari rumah tetangga

Pagi tidak mungkin mampu merangkak dengan kode seperti ini
Aku perlu sebongkah api sebagai penyulut untuk membakarnya
agar hujan segera bercengkrama dengan elang jawa dan ayam jantan
sebab mereka pengayuh pedati dunia

Dunia tidak akan beranjak pada simbol yang membeku
Aku butuh segumpal cahaya
agar burung pipit dan cicak rumah tertampakan kemalasannya
sebab mereka pengiring irama
pada tarian kidung arofah, koplo remix, bahkan musik tanpa suara

Aku tidak akan mampu meminum segelas kopi pada pagi ini
Aku butuh matahari
agar kata-kata dan puisi menjelma menjadi makna

***

Rudianto Ade, Pengawas SMP Disdik Kabupaten Cirebon.