Puisi Rudianto

(Foto: Pwmu.co)

Share

SAAT MENGANTARMU PULANG

Aku tidak pernah tahu kau telah berkemas
Kau dandani orang-orang di sekitarmu
Dengan lantunan ayat suci Al-Quran
Kau tasbihkan juga mereka dengan asma Allah
Saat kau imami kami dalam sujud memenuhi panggilan-Nya

Aku tidak pernah tahu kau telah berkemas
Ditebarkannya senyummu saat bersapa
Tidak ada silang sengketa atau sekadar canda yang meluka

Aku tidak pernah tahu kau telah berkemas
Tanpa pamit atau sekadar berkabar
Malam ini, kau begitu tergesa menuju keabadian
Kami hanya bisa mengantar kau dengan doa

Selamat jalan kawan
Sementara aku di sini masih memperpatut diri
Untuk menemanimu pulang

Cirebon, 31 Januari 2021
(Immemorial Arif Median Partoso)

***

DALAM GELAP

Tiba-tiba duniaku gelap-gulita
Ke manakah listrik, lampu, lilin, patromak, cempor, obor?
Di mana mereka?
Semua lenyap terbawa arus kekinian

Aku tertatih mencari-Mu
Dalam gelap tanpa kompas dan kata-kata
Di manakah Engkau
Aku tidak mampu menjamah-Mu bahkan melihat-Mu

Lalu kupunguti kata-kata dan makna
Kurangkai menjadi listrik, lampu, lilin, patromak, cempor, dan obor
Gagal
Semua sia-sia
Aku sudah terbawa arus kegelapan
Masuk ke dalam inti gulita

Kucoba bangkit
Kuambil tongkat Alif
Lalu kueja alif, ba, ta, sa dan seterusnya
Kigali cahaya dari dalamnya
Kukupas, kutelanjangi berharap mendapat makna

Tapi aku sudah jauh tertinggal
Dia sudah meninggalkanku
Saat aku menuju pusara

Cirebon, 7 Februari 2021

***

Rudianto, Pengawas SMP Disdik Kabupaten Cirebon.