Sinergi MGMP Bahasa Indonesia Bandung Barat-IKIP Siliwangi, Tingkatkan Kualitas Pembelajaran di Masa Pandemi

Ilustrasi, (Foto: Kanalpengetahuan.com).

Share

DIDIKPOS.COM – Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Siliwangi dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Kabupaten Bandung Barat menggelar “Workshop Peningkatan Kualitas Pembelajaran, Penelitian, dan Publikasi Selama Masa Pandemi Covid-19”.

Kegiatan yang digelar akhir Februari lalu itu dihadiri 15 guru, 5 siswa, dan beberapa dosen yang sedang melakukan penelitian.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Asep Dendih, mengatakan, ia akan terus memberi support agar MGMP khususnya MGMP Bahasa Indonesia terus mengembangkan kompetensi anggota MGMP, baik secara virtual maupun tatap muka.

“Saya merasa senang MGMP Bahasa Indonesia dapat bekerja sama dalam acara PPM Prodi Bahasa IKIP Siliwangi. Walaupun dalam masa Covid-19 MGMP Bandung Barat tetap berjalan,” kata Asep, saat menyampaikan sambutan workshop.

Asep menuturkan, ada keterkaitan dengan institusi penyelenggara, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia IKIP Siliwangi. Menurutnya, dirinya berlatar belakang pendidikan Guru Bahasa Indonesia dan berasal dari IKIP Siliwangi.

“Saya bangga jadi guru bahasa. Dengan bahasa kita ungkapkan kemerdekaan, dengan bahasa kita berkomunikasi, sehingga bahasa adalah sesuatu yang luar biasa,” tuturnya.

Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa, Teti Sobari, mengatakan, workshop ini merupakan wujud dari pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi. Dosen-dosen, lanjutnya, dituntut terus mengembangkan keahliannya. Para dosen dituntut pula untuk menstrasfer keahlian tersebut kepada mahasiswa, juga berbagi pengalaman hasil penelitian kepada guru-guru, khususnya guru yang tergabung dalam MGMP Bahasa Indonesia.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Disdik Bandung Barat dan SMP Negeri I Batujajar yang telah memfasilitasi kegiatan,” ujarnya.

Kepala SMPN 1 Batujajar, Atang Kurniawan, mengatakan, tak terbayangkan sebelumnya, para guru, siswa, bahkan orang tua, dipaksa bisa melakukan pembelajaran dengan tidak bertatap muka.

“Beberapa bulan ini dilaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan daring atau luring. Sekolah yang biasanya ramai oleh hiruk pikuk siswa dengan segala kegiatan dan tingkah laku siswa, kini di tengah pandemi ini, terpaksa lengang dan sepi,” tuturnya.

Pengawas pembina, Yuli Ridawati, berharap agar para dosen yang melaksanakan pengabdian pada masyarakat ini tidak hanya mentransfer ilmu.

“Para dosen bisa membimbing guru-guru Bahasa Indonesia khususnya yang tergabung dalam MGMP untuk menerapkan berbagai temuan baru di bidang ilmu pengetahuan,” terangnya.

Salah seorang peserta workshop dari SMPN 2 Cihampelas, Iis Ismayati, mengungkapkan, materi yang dipaparkan oleh para dosen sangat membatu para guru untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasannya terutama yang berkaitan dengan penerapan teknologi.

“Para siswa diharapkan bisa mengatasi kejenuhan dalam pembelajaran jarak jauh secara daring dengan penggunaan aplikasi whatsapp ataupun google classroom. Penyusunan media pembelajaran lewat Google sites, atau GLC, bisa menjadi salah satu inovasi dalam pembelajaran di masa pandemi,” terangnya. (des)***