Sulit Sinyal saat Belajar Daring, Sekolah di Tasikmalaya Ini Bangun Studio TV Mini

Guru SDN 1 Cirangkong, Desa Cikeusal, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya membuat studio TV mini untuk pembelajaran daring, (Foto: Pikiran-rakyat.com).

Share

DIDIKPOS.COM – Kreativitas guru SDN 1 Cirangkong, Desa Cikeusal, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, patut diacungi jempol. Di tengah diberlakukannya model pembelajaran daring (dalam jaringan) di tengah pandemi Covid-19 ini, guru di SD yang berlokasi di daerah terpencil itu melakukan langkah terobosan dengan membuat studio TV mini.

Kepala SDN 1 Cirangkong, Elis Kurniati, mengatakan, inisiatif untuk membuat studio TV dipicu beberapa faktor. Berbarengan dengan diberlakukannya pembelajaran daring, lanjutnya, justru memunculkan masalah. Banyak siswa di SDN 1 Cirangkong tidak memiliki ponsel android. Kalaupun ada ponsel, sinyal ponsel kurang merata. Ditambah lagi beratnya biaya untuk membeli kuota.

“Kendati sarana dan prasarana di SDN 1 Cirangkong terbatas, namun tak menghalangi kreativitas guru. Peralatan stidio TV mini ini dirancang salah satu guru SDN 1 Cirangkong, Pak Wahyu Kamal. Kemudian, seluruh guru bahu-membahu menyulap ruang guru menjadi studio untuk siaran TV,” kata Elis, dikutip Pikiran-Rakyat.com, Selasa (23/3/2021).

“Biaya pengadaan perangkat pemancar televisi ini pun sangatlah murah, hanya sekitar 3 juta rupiah saja. Seluruh peralatan dan perangkat TV dibuat dari bahan yang sangat sederhana. Seperti tiang antena dibuat dari sebatang bambu, tapi bisa menjangkau pancaran sekitar satu sampai dua kilometer,” tambahnya.

Elis menyebutkan, TV SDN 1 Cirangkong ini mengudara setiap hari Kamis sampai Sabtu, sedangkan pembelajaran dari hari Senin hingga Rabu dilakukan secara luring atau guru yang berkunjung ke rumah murid.

“Guru biasanya menyiapkan sebuah program video pembelajaran setiap kali siaran. Kemudian melanjutkannya dengan penjelasan secara langsung atau live. Di waktu senggang, ketika jeda acara atau sudah selesai, siaran biasa diisi dengan quis-quis atau hiburan edukatif supaya siswa lebih menyukai cara belajar ini,” terangnya.

Melihat begitu efektifnya TV mini, Elis berharap Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tasikmalaya dapat menerapkan model pembelajaran itu di sekolah lainnya.

“Kami terbuka jika Disdik akan mendesiminasi TV mini ini di sekolah lain. Manfaat TV ini sangat dirasakan oleh sekolah-sekolah yang ada di pelosok terpencil,” pungkas Elis. (des)***