Guru Inspiratif dari SMPN 20 Bandung, Menyerah bukan Pilihan

Dadan Mochammad Ramdan, guru SMPN 20 Bandung, (Foto: Humas Disdik Jabar).

Share

DIDIKPOS.COM – Menyerah bukan pilihan. Bagi Dadan Mochammad Ramdan, guru SMPN 20 Bandung, tiga kata itu tak sekadar kata-kata. Ia tunjukan dalam menjalani aktivitas keseharian.

Ya, guru yang satu ini memiliki semangat pantang menyerah yang luar biasa. Kendati menyandang disabilitas daksa, tak membatasi jalan bagi dirinya untuk mencapai keberhasilan.

Dadan memaparkan, sejak TK hingga SMA, ia menempuh pendidikan di sekolah umum (bukan sekolah khusus). Hebatnya lagi, ia selalu meraih peringkat tiga besar di kelas.

Sempat jeda satu tahun usai lulus SMA, warga Cicalengka Kabupaten Bandung itu melanjutkan pendidikan ke Universitas Islam Nusantara (Uninus).

Awalnya, langkah Dadan melanjukan pendidikan ke perguruan tinggi tak mendapat izin dari keluarga.

“Keluarga tak mengizinkan kuliah dengan alasan khawatir, apalagi jarak yang harus ditempuh cukup jauh. Namun, setelah meyakinkan keluarga bahwa saya sanggup menghadapi tantangan saat kuliah, saya pun diizinkan melanjutkan pendidikan ke Uninus,” kata Dadan, di SMPN 20, Jln. Centeh, Batununggal, Bandung,  baru-baru ini.

“Saat itu, saya kuliah jurusan apa pun enggak masalah, yang penting ada kesempatan dulu. Jika sudah masuk, saya harus totalitas. Tahu cara belajar maksimal dengan tetap bertanggung jawab,” sambungnya.

Saat kuliah di Uninus, Dadan memilih jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

“Saya berupaya keras bisa total saat kuliah. Semangat untuk tekun belajar saya pupuk. Terlebih, tak sedikit dosen yang mendukung. Di antaranya, dosen mata kuliah Morfologi dan dosen pembimbing yang selalu memupuk kepercayaan diri. Mereka memberikan support luar biasa,” ungkapnya.

Totalitas Dadan tak berhenti di situ. Selepas lulus dari Uninus dan mengikuti mengikuti tes calon pegawai negeri sipil (CPNS), perjuangan keras kembali ia tunjukkan.

Sebelum lolos menjadi PNS, Dadan lima kali mendaftar CPNS dan lima kali pula gagal. Baru pada tes keenam Dadan berhasil lulus sebagai PNS.

“Setelah lima kali gagal daftar CPNS, sebetulnya hopeless. Cuma jadi ingat Mamah yang tetap nyuruh daftar. Akhirnya dicumponan (diikuti) dulu dan alhamdulillah karena ikhtiar serta doa orang tua, saya bisa sampai di sini,” tuturnya.

Menyikapi profesi yang dijalaninya saat ini, Dadan mengungkapkan, guru berperan sebagai pemberi contoh. Untuk itu, hal dasar yang harus dipenuhi guru adalah mengerti tentang hak dan kewajibannya.

“Jika tidak bisa memberi contoh mulai dari hak dan kewajibannya, bagaimana seorang guru bisa mencerminkan kesuksesan bagi anak-anak,” tegasnya. (des)***