Salut, Caswita Kepala SD Pertama Bergelar Doktor di Kota Tasikmalaya

Dr. Caswita, S.Pd.I, MA.Pd., (Foto: Dok. Pribadi).

Share

DIDIKPOS.COM – Perjalanan pendidikan membanggakan dicapai Caswita, Kepala SDN Saguling Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Kini ia berhak menyandang gelar doktor di depan namanya, Dr. Caswita, S.Pd.I, MA.Pd.. Ia menjadi Kepala SD pertama yang bergelar doktor di Kota Tasikmalaya.

Pria kelahiran Ciamis, 1 Desember 1980 ini meraih gelar doktor dari Sekolah Pasca-Sarjana Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung.

Dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor secara daring, baru-baru ini, Caswita berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Analisis Implementasi Kebijakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) PAI SD dalam Mewujudkan Mutu Lulusan Peserta Didik di Sekolah”.

“Setelah Tim Penguji Promosi Doktor Sekolah Pasca-Sarjana Uninus Bandung memperhatikan isi disertasi dan mengikuti seluruh proses yang berlangsung dalam ujian terbuka, kami memperoleh kesimpulan bahwa Saudara dapat mempertahankannya dengan sangat baik. Untuk itu kami memutuskan untuk memberikan gelar Doktor Ilmu Pendidikan dalam bidang Manajemen Pendidikan, dengan Indeks Prestasi 3.62, dengan predikat sangat memuaskan,” kata pimpinan sidang doktoral yang juga Direktur Sekolah Pasca-Sarjana Uninus, Prof. Dr. Iim Wasliman, M.Pd, M.Si., dikutip Jabar.nu.or.id.

Tim penguji terdiri dari Prof. Dr. Sutaryat Trisnamansyah, M.A. sebagai Ketua Promotor; Prof. Dr. H.Sofyan Sauri, M.Pd. sebagai Co-Promotor; dan Dr. H. Daeng Arifin, M.Pd. sebagai Anggota.

Adapun sebagai penguji adalah Prof.Dr.H. Tb. Abin Syamsudin Makmun, M.A., dan penguji luar Prof. Dr. H. Soelaiman Soekmalana, CQM., dari Universitas Pasundan (Unpas).

“Saya membiayai sendiri studi di Sekolah Pasca-Sarjana di Uninus, tanpa beasiswa. Saya menyelesaikan masa pendidikan selama empat tahun mulai dari 2016. Selama itu saya melaju Tasik-Bandung dengan kendaraan umum,” katanya.

Caswita mengungkapkan, tidak ada hambatan selama menempuh studi doktoral, selain harus membagi waktu dengan rutinitas kedinasan.

Menurutnya, dengan kuliah S3 di Uninus, banyak pengetahuan baru yang ia peroleh. Dosen-dosen di Sekolah Pasca Sarjana Uninus adalah para guru besar yang sudah senior dan berpengalaman.

“Saya yakin kalau niatnya untuk menuntut ilmu, akan diberikan jalan kemudahan oleh Allah. Semua rizki datangnya dari Allah, walaupun dengan cara yang berbeda. Keyakinan itu sekarang terbukti,” imbuhnya.

Ulet dan Tak Kenal Lelah

Caswita adalah pembelajar yang ulet dan tak kenal lelah. Setelah lulus S1 dari Sunan Kalijaga Yogyakarta, ia melanjutkan studi S2 di S2 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ia juga aktif hampir di semua organisasi profesi keguruan. Saat ini menjadi Ketua PC Pergunu, Ketua Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam, Ketua Forum Guru Menulis, dan Ketua Asosiasi Guru Penulis. Semuanya di Kota Tasikmalaya.

Di luar itu ia menjadi Sekretaris Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia Kota Tasikmalaya.

Tak hanya itu, Caswita juga telah menulis lima buah buku terkait PAI dan lima artikelnya dimuat dalam jurnal terakreditasi.

“Saya sangat bersyukur dapat menyelesaikan studi saya dengan baik dan sesuai waktu yang ditetapkan. Mudah-mudahan dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi institusi kedinasan saya, bagi organisasi, dan dunia pendidikan pada umumnya,” pungkas Caswita. (des)***