Melongok SDN 1 Cimanggu Pangandaran, Juara I Lomba Sekolah Sehat Tingkat Jabar

Pjs. Bupati Pangandaran, Dani Ramdan, saat melakukan kunjungan ke SDN 1 Cimanggu, Langkaplancar, Pangandaran, Kamis (12/11/2020), (Foto: Humas Pemkab Pangandaran).

Share

DIDIKPOS.COM – SDN 1 Cimanggu, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, dinobatkan sebagai juara I jenjang SD/MI Lomba Sekolah Sehat tingkat Propinsi Jawa Barat tahun 2020, beberapa waktu lalu.

Prestasi ini mendapat apresiasi dari Pjs. Bupati Pangandaran Dr. H. Dani Ramdan, M.T.. Pjs. Bupati didampingi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Agus Supriatna, S.H. dan beberapa pejabat dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, melakukan kunjungan ke SDN 1 Cimanggu, Kamis (12/11/2020).

Kedatangan Pjs. Bupati diterima oleh Camat Langkaplancar Deni Ramdani, Kepala SDN 1 Cimanggu Sulaeman Mansurudin, Kepala Desa Cimanggu, dan Ketua Komite SDN 1 Cimanggu.

Saat kunjungan, Pjs. Bupati memantau lingkungan sekolah, seperti ruangan kelas, Perpustakaan Sekolah, dan Ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Lingkungan di SDN 1 Cimanggu memang terlihat bersih. Untuk toilet misalnya, di sekolah ini terdapat 3 toilet geulis (untuk perempuan) dan 3 toilet kasep (untuk laki-laki).

Kepala SDN 1 Cimanggu Sulaeman Mansurudin, mengatakan, untuk membersihkan toilet, siswa dilibatkan dengan cara dibentuk divisi.

“Mereka membersihkanya secara bergiliran. Siswa sudah paham tugas masing-masing,” kata Sulaeman.

Selanjutnya, Perpustakan Sekolah juga terlihat bersih. Buku-buku tertata rapi di masing-masing rak.

Menurut Sulaeman, ada hampir 1500 buku di perpustakaan ini. Untuk mengelola perpustakaan, di samping ada guru pengelola, siswa pun dilibatkan di divisi perpustakaan.

Sementara di Ruang UKS, disediakan berbagai peralatan penunjang kesehatan seperti bed pasien (untuk ruang pasien yang terdiri dari ruangan geulis dan kasep), toilet, ruang konseling, dll.

Kata Sulaeman, untuk peralatan di Ruang UKS, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran dan Puskesmas. Di Ruang UKS ini, lanjutnya, ada siswa yang ditugaskan sebagai dokcil (dokter cilik).

“Di ruangan UKS terdapat tempat tidur pasien yang dibagi dalam dua ruangan pasien, yaitu ruangan pasien kasep dan pasien geulis. Di sini disediakan beberapa buah buku bacaan buat yang menunggu, ada toliet, dan ruang konseling,” katanya.

“Dokter yang rutin berkunjung ke sekolah ini disesuaikan dengan program (jadwal) dari Puskesmas. Obat-obatan di Ruangan UKS lengkap,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk membersihkan halaman juga ada divisinya. Siswa membersihkan halaman secara bergiliran.

“Semuanya ini tentu tak luput dari bimbingan guru,” pungkas Sulaeman. (des)***

Tinggalkan Balasan