Kampung Blogger Kubangcalincing Pamarican Ciamis, Berdayakan Lulusan SMP Geluti Bisnis Online

Ilustrasi, (Foto: Beritalima.com)

Share

DIDIKPOS.COM – Jika di Desa Menowo, Kedungsari, Kota Magelang, Jawa Tengah, ada Kampung Blogger, di Kabupaten Ciamis pun ada yang mirip dengan itu. Namanya Kubangcalincing atau KBC.

Kampung Blogger ala Tatar Galuh ini berlokasi di Kampung Kubangcalinding, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Kampung yang berjarak tiga kilometer dari ibu kota kecamatan itu, jadi basecamp publihser IndoCPA dan Mobiggr, sebuah aktivitas bisnis online dengan teknik Afiliate Marketing.

Bisnis online pertama kali dikenalkan oleh warga setempat, Roisun (32). Ia terpacu mengembangkan bisnis online di Kubangcalincing, setelah melihat kebiasaan pemuda kampung yang hobinya nongkrong dan cenderung melakukan kegiatan sia-sia.

“Pendekatannya tidak mudah. Saya bergaul dulu dengan mereka. Saya ajak mereka ngumpul. Lalu, secara bertahap diajari bagaimana mengenal internet. Saya meyakinkan mereka bahwa internet bisa menghasilkan uang,” katanya, baru-baru ini, seperti dikutip Jurnalpriangan.com.

Usaha Roisun tak sia-sia. Seiring waktu, satu persatu pemuda yang suka nongkrong itu mau bergabung. Pemuda yang rata-rata berlatar belakang pendidikan sampai SLTP itu, dimotivasi bisa melakukan bisnis ini.

“Saya bilang kepada mereka, dengan modal bisa mengetik dan membaca sms saja cukup untuk bisa mengenal internet,” katanya.

Langkah awal yang ditempuh Roisun berjalan mulus. Para pemuda terlihat antusias menggeluti internet.

Selanjutnya, alumni Universitas Islam Malang (Unisma) ini mengenalkan program affiliate IndoCPA.

“Minimal butuh waktu tiga bulan para pemuda ini sudah mahir menjalankan bisnis afiliasi. Sedikit demi sedikit penghasilan dari internet datang. Kampung Kubangcalincing yang tadinya sepi, kini ramai dengan aktivitas bisnis online,” ungkapnya.

Belajar Otodidak
Roisun mengakui belajar internet marketing secara otodidak. Ketika kuliah di Malang, dia melihat teman sekosnya yang kerjaannya selalu nongkrong di komputer. Rupanya temannya itu hobi ngeblog. Tapi dari hasil ngeblognya setiap bulan dapat uang.

“Awalnya saya tak tertarik. Mustahil dengan duduk di depan laptop, uang jatuh dari langit. Namun, saya penasaran juga. Saya minta diajari sama dia,” katanya.

Roisun akhirnya asyik dengan aktivitas barunya sebagai blogger. Bahkan, dia pernah mendapat komisi dari program iklan google Adsense.

Berbarengan dengan meningkatnya kemahiran Roisun sebagai blogger, dia mengenal program afiliate lokal IndoCPA yang digagas oleh sebuah komunitas. Program ini berisi para pemain CPA (Cost Per Action). Salah satunya adalah Charlie Number Seven, alias Kang Charlie atau nama di KTP-nya Irwan Kartadipura.

Dengan tekun Roisun menekuni bisnis ini. Dan, saat pulang kampung dia tak pelit membagi ilmunya ke warga setempat.

“Ketika pulang kampung saya merenung mau bikin apa ya, membuka pengajian ibu-ibu kan sudah ada yang garap, jadi PNS gak minat juga. Saya diskusi dengan tokoh masyarakat dan mereka menyarankan garap saja pemuda. Saya pun berpikir untuk mendekati pemuda harus ada cara lain. Tak mungkin langsung mereka didakwahi. Ya salah satu jalan itu mengenalkan bisnis IndoCPA,” kata alumni Ponpes Citangkolo, Langensari, Kota Banjar ini.

Alhasil sekitar tiga tahun IndoCPA dan Mobiggr masuk Kubancalincing. Kini, seiring boomingnya IndoCPA dan Mobiggr, Telkom memasang jaringan kabel fiberoptik meski jaraknya sepanjang 3 kilometer dari jalur utama.

“Dari hasil pendapatan IndoCPA kami membangun Yayasan Albarokah. Yayasan untuk pemberdayaan masyarakat,” pungkas Roisun. (des)***