Plh. Bupati Orang Pertama Jalani Vaksinasi Covid-19 di Pangandaran

Plh. Bupati Pangandaran, Drs. H. Kudiana, MM, menjadi orang pertama yang menjalani vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, Selasa (2/2/2021), (Foto: Humas Pangandaran).

Share

DIDIKPOS.COM – Plh. Bupati Pangandaran, Drs. H. Kudiana, MM membuka pencanangan vaksinasi Covid-19 tingkat Kabupaten Pangandaran, di Aula Setda, Selasa (2/2/2021). Pada kesempatan sama Plh. Bupati jadi orang pertama yang menjalani vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Pangandaran.

Plh. Bupati mengatakan, vaksin sinovac telah tiba di Pangandaran sebanyak 3200 dosis, tapi ini khusus untuk tenaga kesehatan dulu.

“Tentu aman dan halal, pada tanggal 11 Januari kemarin sudah ada sertifikat halal dari MUI, sudah ada sertifikat dari BPOM (Badan Pengaws Obat dan Makanan. Artinya ketika sekarang Bapak-bapak dan Ibu mau disuntik sudah aman dan halal,” ujarnya

“Ini merupakan kewajiban semua warga untuk ikut serta memulihkan dan menyehatkan bangsa ini. Apakah ini hak atau kewajiban, saya kira pada saat pandemi ini adalah kewajiban untuk berakhir pandemi. Jadi bukan hak lagi supaya pandemi ini berakhir,“ lanjutnya.

Plh. Bupati mengharapkan tahun 2021 ini merupakan tahun pemulihan dari dampak Covid-19 di Kabupaten Pangandaran.

“Sesuai yang dicanangkan Presiden dan Gubernur Jawa Barat tahun 2021 ini pulih pandemi dan pulih ekonomi. Mudah-mudahan dua sisi ini berada di Kabupaten Pangandaran. Pariwisata, kegiatan-kegiatan akan terus meningkat, juga ekonomi akan terus meningkat,” tuturnya.

Sementara Ketua Pokja Vaksinnasi Covid-19 Kabupaten Pangandaran, Yadi Sukmayadi, menyampaikan, untuk mengawal kegiatan ini pihaknya akan mengerahkan tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Pangandaran.

“Tenaga kesehatan atau tenaga medis yang terlibat dalam vaksinasi ini dari mulai awal Februari sampai ahir tahun 2021 ada kurang lebih 305 orang tenaga kesehatan. Dengan Fasilitas kesehatan yang akan memberikan vaksinasi di Kabupaten Pangandaran ada 15 paskes yang sudah ditentukan. Ada dua jenis vaksin yang akan diberikan. Tahap awal vaksin cinovak, tahap selanjutnya vaksin dari Bio Farma,“ terangnya.

Yadi menyebutkan, kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Pangandaran semakin meningkat. Untuk itu, dengan adanya vaksinasi ini masyarakat harus ikut mendukung demi kesehatan masyarakat.

Update terakhir, sambungnya, jumlah yang positif aktif di Kabupaten Pangandaran sebanyak 328 orang. Dengan rincian 27 orang isolasi di RSUD Pandega dan 301 orang isolasi mandiri di rumah.

Selain itu, berdasarkan evaluasi zona resiko yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Pangandaran yang sejak awal mulai Covid-19 ada yaitu bulan Maret 2020 sampai Januari 2021 selalu berada di risiko rendah, tetapi seminggu terakhir berubah menjadi masuk zona risiko sedang.

“Untuk itu kami berharap vaksinasi ini mendapat dukungan dari semua pihak, Vaksinasi ini sangat efektif sekali untuk melindungi diri, melindungi negeri. Biar kita bisa beraktivitas seperti sedia kala,“ pungkas Yadi. (des)***