Puisi Rudianto Ade

(llustrasi: Kompasiana.com)

Share

SAAT KAMI TAK BOLEH MENGETUK PINTU RUMAH-MU

Panggilan-Nya sudah berkumandang
Namun kesibukan ini
Telah memaksaku untuk tetap tidak bergeming
Mungkin ini sebuah alasan
Padahal yang memanggilmu bukan sekadar yang memerintahkanmu
Dia yang menghidupkanmu, mematikanmu, menggerakkanmu, bahkan yang mebolak-balikanmu

Panggilan-Nya sudah berkumandang
Namun udara yang dingin dan mata lelah yang mengantuk
Begitu kuat membelenggu
Sampai akhirnya sorot matahari menampar wajahmu lewat jendela
Kau terbirit memenuhi undangan kantor dan pekerjaanmu
Dan kini

Panggilan-Nya tetap berkumandang
Bahkan panggilan itu kini bukan hanya sampai ke telinga
Panggilan itu bergema ke jantung, paru-paru, hati, darah, nadi, syaraf, bahkan sampai ke otak
Langkah kaki begitu kuat untuk memenuhi panggilan-Nya
Namun ada kuasa lain yang mencegahmu

Dan kini
Panggilan-Nya tetap berkumandang
Kami hanya bisa pasrah
Menyerah
“Ya Allah, hanya kepada-Mu kuserahkan diriku.
Terimalah ya Allah!”
“Aku belum siap untuk menerima panggilan terakhir untuk menghadap-Mu, ya Allah.”

Semoga Engkau masih berkenan ya Allah

Cirebon 8 Mei 2020 – 8 Mei 2021

***

Rudianto Ade, Pengawas SMP Disdik Kabupaten Cirebon.