Indonesia “Lapar Buku”, Perpusnas: Saatnya Perguruan Tinggi Terbitkan Buku Baru

oleh -297 Dilihat
Share

DIDIKPOS.COM – Perguruan tinggi harus berkolaborasi dalam menerbitkan buku-buku baru. Itu menyikapi kondisi Indonesia yang “lapar buku”.

“Jumlah buku yang beredar di Tanah Air baru 30 juta per tahun berbanding 260 juta penduduk. Angka itu masih jauh dari ideal dan yang disyaratkan UNESCO, yakni minimal lima judul buku baru per orang setiap tahunnya. Di Eropa dan Amerika Serikat sudah mencapai 25-30 buku baru per penduduk tiap tahunnya. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral terkait hal tersebut,” kata Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando, saat membuka Pekan Perpusnas PRESS di Jakarta, Senin (27/7/2020), dikutip Antara.

Lanjut Syarif, Perpusnas PRESS ingin menerbitkan karya-karya yang mengeksplorasi kekayaan sumber daya manusia, sumber daya alam, hingga kebudayaan Indonesia dari seluruh penjuru Nusantara.

“Suatu saat nanti Indonesia akan menjadi pusat peradaban dunia. Seluruh mata dunia akan tertuju ke Indonesia. Namun, semua harus dibukukan agar diketahui,” kata dia.

Ke depan, aktivitas Perpusnas PRESS akan masuk dalam program prioritas dan berdasarkan kebutuhan informasi masyarakat. Upaya tersebut diyakini akan membantu memperkecil kesenjangan antarwilayah.

“Ini adalah ajang kontribusi. Cara menuangkan ide-ide, gagasan yang berfaedah,” kata dia.

Pekan Perpusnas PRESS diselenggarakan pada 27-30 Juli 2020 yang mengadirkan sejumlah pembicara dari kalangan pustakawan, publishing, dan ASN produktif.

Dalam event itu juga digelar peluncuran dan pengumuman pemenang lomba Inkubator Literasi Pustaka Nasional. Dalam lomba itu diterima sebanyak 305 naskah.

Dari jumlah tersebut, terseleksi 15 penulis terpilih dan dihimpun menjadi buku dengan judul Inovasi Pustakawan Menuju Indonesia Maju. Tiga penulis terbaik dari buku tersebut, yakni Muhammad Ivan (Jawa Barat), Ahmad Syawqi (Kalimantan Selatan), dan Sofian Munawar (Jawa Barat). Ketiganya berhasil mendapatkan penghargaan berupa uang tunai dan sertifikat. (haf)***

No More Posts Available.

No more pages to load.