Zaman Telah Berubah

Share

Oleh Drs. Suryatno Suharma

INDONESIA mengalami perubahan seiring zaman yang terus berkembang. Khas bangsa ini yang mesti kita ingat:

– Subur makmur gemah Ripah loh jinawi
– Rea ketan rea keton
– Aman damai kertaraharja
– Gotong-royong seiring dan seirama
– Adat timur sopan santun
– Cinta Ibu Pertiwi Tanah Air
– Dan seabreg istilah tetua tempo doeloe

Lalu, akankah kita lupakan itu semua? Dan, haruskah kita abaikan nasihat para Pinisepuh?

Tidak lah yauw!

Semua itu warisan pendahulu yang pasti anugerah dari Alloh SWT yang harus kita pelihara dan kita estafetkan kepada generasi muda yang harus lebih arif. Mereka diharap lebih mampu melestarikan keindahan, eloknya Nusantara ini.

Mutlak. Kita senantiasa dituntut untuk maju dalam koridor yang benar serta ikhlas tanpa imbalan. Perjuangan terus dipacu disertai semangat 45. Kini Agustus modern. Kita semua harus bijak mengenang jasa pahlawan dan memperingati HUT RI seraya introspeksi diri.

Sudahkah mempersiapkan segalanya secara utuh, ikhlas, dan berpandangan jauh ke depan. Hilangkan keangkuhan, kemunafikan, dan rasa memiliki yang salah.

Dunia untuk dipelihara, bukan untuk dikuasai, apalagi dimiliki. Oh tak mungkin.

Uniknya Indonesia

Moment 17 Agustus 2020 di Era Pandemi Covid 19 ini mengingatkan kita pada alur yang harus kita tempuh.

Ya, Agustusan bagi warga negeri ini telah menjadi lumrah, biasa, atau malah keharusan? Bukan hanya soal kebiasaan. Era pandemi sekalipun Indonesia tetap, Semangat ’45!

Tuk carikan negeri yang seunik Indonesia saat memperingati Hari Proklamasi. Hebatnya bangsa ini adalah memelihara kebersamaan. Indonesia hebat deh.

Dekorasi sampai dilombakan. Hadiahnya hingga jutaan dan skalanya nasional. Warga negeri ini sumringah sebagai ujud rasa syukur atas kemerdekaan. Jasa para pahlawan pejuang patut ditiru, dilanjutkan. Salah satunya dengan mengisi kemerdekaan berupa bermacam acara. Tak hanya upacara bendera, melainkan lomba, hiburan, hingga bakti sosial.

Merdeka!

Semangat berkobar di dada setiap insan. Mari bersatu membangun moral. Membangkitkan rasa gembira yang berupa syukur nikmat yang Tuhan berikan.

Segala upaya, langkah positif menjadikan semua sadar akan keragaman yang bersatu pada itikad membangun. Setiap nafas adalah ibadah. Maka bersatupadulah.

Sekali Merdeka Tetap Merdeka!***

Penulis adalah rakyat biasa, mantan aktivis mahasiswa, mantan Ketua RW, dan mantan anggota Badan Permusyawaratan Desa. Tinggal di Cihideung, Bandung Barat.