PGRI Sentil Minimnya Perhatian terhadap Kesejahteraan Guru Honorer

Ketua PGRI Majalengka, Ahmad Suswanto, (Foto: Herik Diana/Didikpos.com).

Share

DIDIKPOS.COM – Cukup banyaknya guru ASN yang memasuki masa pensiun, membuat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Majalengka punya program untuk mensejahterakan para guru honorer.

Caranya dengan merekrut, memperhatikan, dan memberinya honor yang layak serta memadai, selayaknya upah pekerja yakni sebesar UMR Majalengka.

Ketua PGRI Majalengka periode 2020-2025, Ahmad Suswanto, mengatakan, dalam perhitungan kalkulasinya, dari tahun 2019, tercatat ada 3.900 orang guru ASN yang mengajukan diri pensiun.

“Dengan asumsi, setiap bulan ada tercatat 480 orang guru yang mengajukan masa pensiun,” ungkapnya, usai dilantik di Pendopo Majalengka, Rabu (14/10/2020).

Ahmad menambahkan, estimasi kekurangan guru dari tahun 2019 hingga tahun 2024 akan mencapai lima ribu orang. Jika tak disikapi serius, maka Majalengka akan kekurangan ribuan orang guru.

“Langkah pertama, Perda Pendidikan yang sudah ada harus berpihak kepada guru honorer. Itu akan kita perjuangkan dan terus kawal dalam realisasinya,” ungkapnya.

Ahmad menjelaskan, sebagai Ketua PGRI yang baru saja dilantik untuk pertama kalinya di Pendopo Majalengka, pihaknya menargetkan guru honorer akan mendapatkan perhatian khusus.

“Anggarannya, kita akan perjuangkan dari komitmen 20 persen anggaran daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Majalengka, H. Karna Sobahi, mengatakan, pihaknya meminta kepengurusan PGRI periode 2020-2025, supaya menjalankan visi misi yang sejalan dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka.

“Saat ini Perda Pendidikan telah ada. Dengan melibatkan organisasi PGRI, maka dunia pendidikan diharapkan lebih profesional lagi untuk menciptakan SDM-SDM yang handal. Majalengka nanti akan menciptakan SDM-SDM yang siap bersaing,” ujarnya. (rik)***