Puisi Uun Nugraha

Ilustrasi, (Foto: Syahida.com).

Share

TENTANG

Televisi berkisah padaku;

Tentang pertambahan panjang jalan yang juga tinggi melewati pucuk pohon

Tentang perluasan dermaga untuk mengambil hati kapal-kapal pesiar

Tentang stok beras yang aman tersimpan di gudang Bulog

Tentang model-model kendaraan yang futuristik

Tentang industri komponen elektronika yang semakin canggih

Tentang smartphone meninabobokan para pengguna

Tentang perkembangan warga dunia maya makin hari makin membludak

Tentang debat kusir wakil kita yang makin bugar tak kurang suatu apa

Tentang dunia sinetron yang membuat keluarga duduk manis berjam-jam

Tentang pesta demokrasi berbiaya tebal

Tentang penangkapan yang dia sendiri bilang public figure

Tentang celotehan dukun masa kini memberi petuah pada pasien yang mengantri

Tentang lomba tarik suara yang mengundang decak kagum kadang dibumbui cemooh

Tentang aspal mulus seputaran istana-istana dan real estate

Tentang sandiwara.

Namun kubaca kisah dibalik layar telivisi; menjelang malam, dalam dingin gerimis, aku bertemu pedagang roti tawar memakai topi kebasahan, berkerudung plastik sobek, menuntun sepeda kempes ban belakangnya, di jalan menanjak agak terburu waktu, agar bisa cepat menemui anak istri, membeli satu liter beras dari laba roti satu hari itu ia berdagang, tanpa menguranginya, karena ia percaya;

Tentang senyuman dan sajian air putih hangat sang istri,

Tentang cerita si bungsu waktu main tadi sore tidak dipinjemin sepeda,

Tentang obrolan si penengah membantu merapihkan genting atap rumah tetangga,

Tentang usulan si cikal untuk ikut pamannya bekerja bangunan di kota,

setelah semua tertidur,

Ia menangis!

Bogor, 2019

ELEGI KOTA HUJAN

Gerimis petang kota hujan,

Menyeka debu jalanan,

Kususuri terus mengarah timur dan langkahku terhenti di bawah kenari,

Daun-daunnya jatuh ke telaga,

Disambut jingkrak katak di atas teratai,…nyanyiannya kudengar tentang ibu dan anak mendekap karung rongsokan, di sebelahnya ada sisa nasi di piring plastik, dingin.

Ceritanya tak pernah jadi berita,

Beritanya dianggap hanya cerita,

Mereka hanya cerita tentang mereka yang tak pernah bisa cerita.

#Lintas Kebun Raya Bogor.

Bogor, 2019

CERITA CEMARA

Andai bisa, akan kuputar balik rotasi waktu

Kupahatkan jejak kita pada batu.

Aku patrikan kisahnya pada menara baja, menjulang di atas gunung.

Cinta, tembang, rindu dan lara, bertebaran di puncaknya.

Kau tahu?

Pucuk cemara saksinya, saat kau lesakkan anak panah tepat di kornea mataku.

Aku ingin belah sepi, hantam karang jemu, merontokkan kegelisahan

yang kukuh tak kunjung luruh. Dan mereka tetap bergeming.

Tatkala bulan muncul, hujan rintik, air gemericik, disitu ada tempatku.

Kepada alam rinduku kutautkan.

Bogor,  2019

Uun Nugraha, Kepala SDN Campedak,  Kecamatan . Cijeruk, Kabupaten  Bogor.