Antara Ledeng – Cicaheum

oleh -198 Dilihat
Share

Oleh Agit Suryatno

SELASA, 30 Juni 2020, siang. Angkot kembali bertambah. Setelah pandemi Covid-19 mereda, Kota Bandung pun padat kendaraan. Tapi lancar, karena objek wisata dan sekolah belum ramai seperti dulu.

“Anak sekolah yang meramaikan!” begitu kata Pak Supir angkot jurusan Ledeng-Cicaheum yang saat itu kutumpangi.

“Tapi tak mengapa, toh rejeki sudah ada yang ngatur,” tambahnya.

Sepanjang perjalanan, terlihat para pedagang kaki lima belum memadati pinggiran jalan raya. Toko masih banyak yang tutup.

Kota Bandung yang mulai terasa panas kini berdebu kembali. Asap kendaraan bercampur menghiasi hidung pejalan kaki. Tak semua orang mengenakan masker, padahal imbauan masih terpampang di spanduk.

Saat melewati Jalan Tamansari, ada nenek sepuh didampingi lelaki yang juga terlihat sepuh menaiki angkot. Setelah ngobrol basa-basi, ternyata ketahuan usia nenek sepuh itu lebih seratus tahun. Cara berjalan masih terhitung kuat. Dan, lelaki di sebelahnya, pensiunan sekitar usia 75.

Teman di sebelah yang setia mendampingi jalan-jalan berbisik, “Lanjutkan rencana kita meneliti. Ada tidak pengaruh jalan kaki dengan panjangnya usia?”

Rupanya ketertarikan pada masalah ini telah lama. Memang kawan yang satu ini suka sekali berjalan dan menaiki angkot.

Aku iseng saja. Niat itu kupaparkan kepada penumpang angkot lainnya yang jumlahnya tak lebih dari 6 orang. Niat itu disambut baik. Bahkan mereka berminat bergabung bila penelitian dilakukan.

Ya, pejalan kaki itu umumnya sehat sehingga pantas kalau panjang usia. Baik sekali bila olahraga jalan kaki itu dilakukan setiap saat walau berlokasi di perkotaan.

Semoga jalan raya antara Ledeng – Cicaheum layak dan nyaman untuk berjalan kaki. Apalagi bila trotoarnya luas dan mudah dilalui. Semoga!

Harapan ini telah lama kami diskusikan di komunitas kecil. Terutama trotoar yang masih memerlukan pembenahan agar nyaman dan layak bagi pejalan kaki. Para difabel akan lebih memerlukan jalan yang bagus demi kelancaran berlalu-lalang.

Kehidupan kota yang asri dan damai menjadi idaman semua pihak. Kita terus membenahi jalanan kota agar kebahagiaan warga tetap terjaga!

Aamiin! ***

Agit Suryatno, pemerhati masalah sosial, tinggal di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Redaksi didikpos.com menerima tulisan dari pembaca berupa artikel, feature, essay. Tulisan dikirimkan melalui email: didikposmedia@gmail.com.

No More Posts Available.

No more pages to load.