Greget

oleh -312 Dilihat
Share

Oleh Moh. Raka Mahdiandika

ERA pandemi semoga lekas berakhir!

Ya, pagi ini memberi harapan baru. Terasa udara segar menembus rongga dada warga kampung kami. Ayam kukuruyuk bersahutan menyambut indahnya alam semesta. Suara emak-emak masih mengiringi jeritan anak kecil. Maklumlah kebiasaan setiap pagi orang mencuci dan memandikan anak kecil di jamban umum.

Kicau burung kudengar pula dari penjuru sana-sini seolah sama penuh harap. Apalagi, selain berakhirnya masa pandemi covid 19.

Beberapa anak usia SD duduk menunggu giliran masuk kamar mandi. Semua mengingatkanku pada tempo hari kala aku masih seusia mereka. Walau berbeda, tapi paling tidak sama-sama belajar sabar sebelum pergi ke sekolah.

Hari ini, Rabu, 1 Juli 2020 … . Ternyata anak sekolah sudah tak sabar bukan karena asa antre di kamar mandi, melainkan ingin cepat kembali normal sekolah seperti dahulu.

Sekolah tak sekadar pergi menuju kampus. Tidak pula sekadar mengenakan seragam, tapi nuansa berbeda yang ada di sekolah jika dibanding dengan keadaan rumah. Maklum empat bulan ini kita lebih banyak lockdown. Jaga jarak tak sekadar membosankan.

Aku ingin bertemu teman. Berangkulan dan saling kejar membuat rindu kian menjadi. Ah, sayang hingga kini kami harus terus bersabar. Padahal, katanya ibu kantin pun terus mengeluh akibat tak ada kegiatan rutin dan pendapatan pun tidak stabil. Kasihan!

Keluhan demi keluhan terus silih berganti. Guru kami tak lagi kusapa seperti biasa. Kami sulit berjumpa mereka. Oh, Ibu-Bapak Guru …!

Harapan indah manakala perlahan pandemi berakhir. Kami berharap Tuhan memberkahi agar dunia normal kembali!

Kampung bergema walau doa lebih banyak di rongga dada. Seolah linangan air mata telah lama meleleh … Jatuh dan entah ke mana.

Lalu,
Terus berdoa … Alloh segalanya, kelak akan memberi kedamaian bagi umat-Nya.

Aamiin! ***

Moh. Raka Mahdiandika, tinggal di Gegerkalong Girang Baru, Kelurahan Isola, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung.

Redaksi didikpos.com menerima tulisan dari pembaca berupa artikel, feature, essay. Tulisan dikirimkan melalui email: didikposmedia@gmail.com.

No More Posts Available.

No more pages to load.