Bupati Pangandaran Serahkan Satya Lencana Pengabdian kepada 216 ASN

oleh -99 Dilihat
Share

DIDIKPOS.COM – Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menyerahan Satya Lencana Pengabdian kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), di GOR SMAN 1 Parigi Kabupaten Pangandaran, Senin (31/8/2020).

Penghargaan ini diberikan kepada 216 orang ASN berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 66/TK/Tahun 2018 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya kepada ASN yang telah mengabdi kepada bangsa dan negara selama 10 tahun atau 20 tahun atau 30 tahun lebih secara terus-menerus dan dinilai memiliki kinerja yang baik serta loyalitas tinggi.

Rinciannya, penerima Satyalancana Karya Satya Masa Kerja 30 Tahun sejumlah 101 orang, 20 Tahun 63 orang, dan Masa Kerja 10 Tahun sejumlah 52 orang.

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengatakan, pemberian tanda jasa penghargaan Satyalancana Karya Satya 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun merupakan penghargaan atas dedikasi dan pengabdian ASN yang luar biasa.

“Selamat kepada para penerima penghargaan. Mudah-mudahan menjadi motivasi untuk berbuat yang terbaik, khususnya bagi kemajuan Kabupaten Pangandaran,” kata Jeje.

Dikatakannya, salah satu program prioritas ke depan adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM). Hal ini merupakan hal yang fundamental bagi Pangandaran sebagai daerah baru.

“Capaian pembangunan selama ini, berhasil membangun hal mendasar. Penataan arah kebijakan awal hampir sudah selesai, jalan insya Allah tahun 2020 ini selesai, pendidikan gratis, pelayanan kesehatan dasar gratis, dan sebagainya sudah selesai. Pendidikan juga tentu konsepnya sudah jelas, salah satunya peningkatan SDM,” ujarnya

Menurut Jeje, saat membicarakan SDM tentu membicarakan tentang dunia pendidikan. Di Pangandaran ini masih ada persoalan yang perlu diselesaikan bersama-sama.

“Kalau membicarakan peningkatan SDM, tentu dunia pendidikan. Yang pertama adalah, sampai hari ini persoalan kita dalam pendidikan, kita tidak punya PT (perguruan tinggi) yang memberi kesempatan anak-anak untuk kuliah lebih banyak berasal dari Kabupaten Pangandaran. Lulusan SMA-SMK kurang lebih 2.000 orang. Katakan ada yang melanjutkan ke PT 30 %. Artinya, 70 % dengan berbagai faktor tidak bisa melanjutkan,” terang Jeje.

Menurut Jeje, pemerintah akan terus berusaha supaya anak anak Pangandaran banyak yang bisa melanjutkan pendidikan ke PT.

“Ke depan, kita sudah tergambar dalam APBD kita akan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar di tahun baru ajaran nanti anak-anak kita bisa kuliah di Pangandaran. Minimal 500 – 1.000 orang itu dalam dunia pendidikan, ” ujarnya.

Jeje menuturkan, berbagai terobosan dalam usaha meningkatkan SDM salah satunya dengan mendirikan Kelompok Kerja Guru (KKG).

“Yang kedua, kita sedang menginventarisir tenaga pendidik, berapa yang PNS berapa yang non-PNS. Kita juga akan mendirikan KKG, dibiayai oleh Pemerintah Daerah. Juga telah menetapkan tidak ada lagi honorer Pangandaran yang honor intensifnya di bawah 1 juta rupiah,” ungkapnya.

Ditambahkannya, konsep ke depan adalah mendorong anak-anak Pangandaran melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

“Konsep ke depan adalah bagaimana mencerdaskan kehidupan bangsa, mendorong anak-anak kita untuk kuliah, mendorong anak-anak kita untuk sekolah. Dan fundamen utamanya adalah guru. Maka, tentu guru menjadi perhatian kita. Peningkatan SDM tentu dilandasi dengan kesejahteraan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah,” tegas Jeje. (des)***

No More Posts Available.

No more pages to load.