Aplikasi dari UPI, Mudahkan Pelaporan Pelecehan Seksual di Lingkungan Pendidikan

Ilustrasi, (Foto: Tribunnews.com).

Share

DIDIKPOS.COM – Tiga mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung mengembangkan program aplikasi berbasis Android bernama Civics Rexa.

Aplikasi karya Faujiah bersama anggota tim Gabrielia dan Andreian Yusup ini dirancang khusus untuk memudahkan pelaporan pelecehan seksual yang dialami orang di lingkungan pendidikan.

Ketiga mahasiswa itu merupakan peserta Program Kreativitas Mahasiswa – Penelitian Sosial Humaniora (PKM-PSH) UPI Bandung.

Ketua Tim, Faujiah, menuturkan, pendekatan berbasis digital berusaha dihadirkan untuk mengatasi persoalan pelecehan seksual di dunia pendidikan yang hingga saat ini masih terus terjadi.

“Dibuatnya aplikasi ini tidak terlepas dari masalah pelecehan seksual, dari daerah manapun terus terjadi. Apalagi seiring berkembangnya teknologi yang semakin maju, pelecehan seksual makin banyak bentuknya. Pengembangan aplikasi ini dibimbing oleh Bu Leni Anggraeni, dosen Pendidikan Kewarganegaraan FPIPS UPI,” ujarnya di Bandung, dikutip Liputan6.com, baru-baru ini.

Diungkapkannya, berdasarkan temuannya, tidak sedikit korban pelecehan, baik di kampus maupun sekolah hanya bisa menutup rapat-rapat kasus pelecehan yang menimpa mereka karena alasan takut.

Bahkan, berdasarkan pengakuan korban kerap mereka diancam oleh pelaku kejahatan seksual.

“Harusnya, lembaga pendidikan di sekolah harus menjadi tempat yang aman. Bukan tempat yang merusak psikologis dan anak (korban) tersebut,” cetusnya.

Fitur Pengaduan dan Menu Konseling

Aplikasi Civis Rexa tidak beda jauh dengan aplikasi pada umumnya. Salah satu menu aplikasi tersebut yaitu fitur pengaduan. Untuk mengadukan kasus dengan kronologi yang telah terjadi, korban dapat melaporkan siapa pelakunya dan statusnya.

Selain itu, aplikasi ini menyediakan menu konseling. Berisi informasi mengenai bahayanya pelecehan seksual dan cara menangani korban pelecehan seksual, dan langkah apa saja yang harus dilakukan.

Faujiah menjelaskan, pada saat korban pelecehan seksual akan mengadukan kasusnya, ada alur yang disediakan. Identitas dari korban pun akan dirahasiakan, sehingga mereka bisa bercerita dengan leluasa.

“Kalau di sekolah, apakah masih bisa diselesaikan oleh pihak sekolah (Guru BK) ataukah memang harus ditindaklanjuti orang tua dengan pendampingan krisis center UPI dan komunitas Reswara, atau melibatkan pihak berwajib dan pihak eksternal seperti Komnas Perlindungan Anak Indonesia,” ujarnya.

Gunakan Teknologi secara Bijak

Pembimbing tim Faujiah, Leni Anggraeni mengatakan, Civics Rexa merupakan solusi untuk menekan permasalahan pelecehan seksual yang sangat tepat digunakan pada remaja.

Aplikasi ini menjadi solusi dalam memperbaiki moralitas pelaku dan sarana motivasi kepada korban, melalui pemahaman penggunaan teknologi informasi secara bijak.

“Sehingga dalam penggunaannya akan meningkatkan efektivitas dan efisiensinya sebagai media dalam menekan angka tindakan pelecehan seksual,” tutur Leni.

Menurut Leni, pendampingan kepada korban pelecehan seksual bila perlu dilakukan dengan melibatkan banyak pihak. Di UPI sendiri, sudah ada divisi pemberdayaan dan perlindungan anak yang bernaung di LPPM UPI.

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan sejumlah sekolah untuk bermitra dalam melakukan pengawasan dan pendampingan.

“Kalau dirasa perlu kita juga akan libatkan Komnas Perlindungan Anak dan Perempuan, karena UPI juga sudah ada jejaringnya. Ke depannya mungkin juga akan melibatkan komunitas dan relawan-relawan yang memang peduli terhadap anak-anak,” ujarnya.

Diunduh via Google Playstore

Anggota tim peneliti dan pengembang Civics Rexa, Andreian Yusup, mengatakan, rancangan aplikasi ini merupakan upaya tindak lanjut dari Program Kreativitas Mahasiswa yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam bidang Penelitian Sosial Humaniora.

Andreian bersama tim telah berhasil lolos pendanaan dalam kategori PKM-PSH, dengan judul Pengembangan Civics Rexa App sebagai Solusi Pelecehan Seksual pada Siswa di Era Digital. Selanjutnya, pengembangan aplikasi bisa diunduh via Google Playstore.

“Karena targetnya memang milenial, kita usahakan pengguna Android dari berbagai jenis operating system bisa mengunduh dan mengakses,” katanya.

Diakui Andreian, adanya pandemi Covid-19 menjadi tantangan tim dalam pengembangan Civics Rexa. Sehingga memakan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan aplikasi tersebut.

“Kita targetkan aplikasi ini bisa rampung di akhir tahun ini. Semoga bisa sesuai target,” katanya. (haf)***

Tinggalkan Balasan