Rumah sebagai Penguatan dan Pembiasaan PHBS

(Ilustrasi: Kompas.com)

Share

Oleh Agus Nurjaman, S. Pd.

RUMAHKU istanaku.” Ungkapan tentang rumah itu sekarang menjadi sebuah kenyataan yang tidak terbantahkan. Bagaimana tidak? Semua kegiatan pada saat ini berpusat di rumah. Sejak pandemi merebak, rumah seakan memiliki multifungsi dalam menjalankan proses rutinitas kehidupan. Rumah menjadi posko yang digunakan untuk menyelamatkan diri dari bahaya virus corona. Seiring berjalannya waktu maka optimalisasi fungsi rumah menjadi sebuah agenda yang tidak bisa dihindarkan. Rasanya fungsi itu akan berlangsung lebih lama lagi mengingat sampai saat ini proses pembelajaran masih dilakukan di rumah.

Dalam kegiatan sehari-hari, orang biasanya berada di luar rumah untuk bekerja, bersekolah atau melakukan aktivitas lain. Aktivitas yang paling sering dilakukan di dalam rumah adalah beristirahat dan tidur. Selebihnya, rumah berfungsi sebagai tempat beraktivitas antara anggota keluarga atau teman, baik di dalam maupun di luar rumah pekarangan. Rumah dapat berfungsi sebagai tempat untuk menikmati kehidupan yang nyaman, tempat untuk beristirahat, tempat berkumpulnya keluarga, dan tempat untuk menunjukkan tingkat sosial dalam masyarakat.

Di masa pandemi Covid-19 ini dengan anjuran berdiam diri di rumah, bekerja dari rumah, merupakan momentum untuk mengembalikan fungsi-fungsi utama keluarga. Selama ini tanpa disadari fungsi keluarga untuk anak banyak dialihkan ke sekolah dan ke lingkungan sosial pergaulan anak di luar keluarga. Di masa seperti sekarang ini rumah telah memiliki fungsi lain selain yang disebutkan di atas. Berbagai fungsi rumah seakan menjadi sebuah catatan khusus akibat peredaran virus yang mematikan ini. Salah satu fungsi rumah yang paling krusial saat ini adalah menjadi penguat pola kebersihan. Kekhawatiran orang tua menjadi poros atas terlaksananya pola kebersihan yang paling utama karena untuk mencegah tertular dari virus ini kata kuncinya adalah sehat. Sehat berarti memiliki imun yang baik. Imun yang baik akan mampu melawan segala jenis virus yang menyerang antibody kita. Maka peraturan pola hidup bersih dan sehat menjadi sebuah keharusan. Untuk saat sekarang rumahlah yang menjadi pilot project penanaman kedisiplinan dalam menjalankan pola kebersihan mulai dari pembiasaan hal terkecil sekalipun.

PHBS merupakan kependekan dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Sedangkan pengertian PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat.  Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada dasarnya merupakan sebuah upaya untuk menularkan pengalaman mengenai perilaku hidup sehat melalui individu, kelompok ataupun masyarakat luas dengan jalur–jalur komunikasi sebagai media berbagi informasi. 

PHBS merupakan sebuah rekayasa sosial yang bertujuan menjadikan sebanyak mungkin anggota keluarga dalam lingkungan masyarakat sebagai agen perubahan agar mampu meningkatkan kualitas perilaku sehari–hari dengan tujuan hidup bersih dan sehat. Implikasinya seluruh masyarakat akan bisa meminimalisasi penularan virus apapun. Jika sudah demikian maka penguatan pola hidup bersih harus menjadi budaya di setiap keluarga. Pada akhirnya budaya tersebut akan dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat sehingga risiko tertular bisa ditekan. Penguatan pola hidup bersih ini juga memiliki muatan disiplin yang tinggi sehingga hasilnya akan sesuai dengan yang di harapkan.

Pada proses penerapan PHBS di dalam lingkungan keluarga ini akan terdapat langkah–langkah berupa edukasi melalui pendekatan orang tua dan anak atau antaranggota keluarga yang menempati rumah itu yang pada akhirnya akan berkembang antar dan masyarakat. Pembinaan tentang pentingnya kesehatan dilakukan oleh pemerintahan setempat juga pemberdayaan masyarakat dengan tujuan memberi kemampuan mengenal dan tahu masalah kesehatan yang ada di sekitar terutama pada tingkatan rumah tangga sebagai awal untuk memperbaiki pola dan gaya hidup agar lebih sehat.

Tujuan utama dari gerakan PHBS adalah meningkatkan kualitas kesehatan melalui proses penyadartahuan yang menjadi awal dari kontribusi individu–individu di lingkungan keluarga dalam menjalani perilaku kehidupan sehari–hari yang bersih dan sehat. Manfaat PHBS yang paling utama adalah terciptanya masyarakat yang sadar kesehatan dan memiliki bekal pengetahuan dan kesadaran untuk menjalani perilaku hidup yang menjaga kebersihan dan memenuhi standar kesehatan secara menyeluruh.

Manfaat PHBS di Rumah Tangga

Menerapkan PHBS di rumah tangga tentu akan menciptakan keluarga sehat dan mampu meminimalisasi masalah kesehatan. Manfaat PHBS di rumah tangga antara lain, setiap anggota keluarga mampu meningkatkan kesejahteraan dan tidak mudah terkena penyakit, rumah tangga sehat mampu meningkatkan produktivitas anggota rumah tangga dan manfaat PHBS rumah tangga selanjutnya adalah anggota keluarga terbiasa untuk menerapkan pola hidup sehat dan anak dapat tumbuh sehat dan tercukupi gizi. Manfaat lainnya dari PHBS di rumah merupakan latihan kedisiplinan untuk setiap anggota keluarga.***

Penulis adalah Guru Bidang Studi Bahasa Inggris SMPN 1 Pasirjambu Kabupaten Bandung