Cucuku

oleh -593 Dilihat
Share

Dra. Reni Hadijani Relawati S.

MENELUSURI jalan terjal, hidup ini pun berliku. Tikungan, tanjakan, pun turunan kita lalui sepenuh hati. Sabar, tawakal, ikhtiar, pastilah kita jadikan modal selama mengiringi niat baik. Kadang sedih, riang, rindu, dan benci silih berganti mengisi hari-hari.

Seiring waktu berlalu kita mudah memahami makna kehidupan sambil belajar dari riwayat Rosululoh serta orang-orang soleh. Semua tak sekadar menginspirasi, tapi juga memberi ketauladanan. Wajib meniru jejak beliau sambil terus menggali potensi diri sesuai profesi serta kreativitas masing-masing.

Luar biasa manakala di antara kita saling membantu, rukun, sukaria, harmoni menjalani alur sesuai nilai kodrati dan ridlo Illahi. Syukron atas segala nikmat memberi arti lebih demi pahami terus skenario Yang Mahakuasa.

Tak kurang dunia ini memberikan peluang, fasilitas, serta hal lainnya. Semua ada. Mampukah kita memanfaatkan semua itu? Kebaikanlah ujud laku yang semestinya disertai keikhlasan pula. Subhanaloh!

Jalan hidup mulai lahir, bayi, anak, remaja, dewasa, hingga nenek-kakek… tak kan sanggup bila jejak nikmat harus dirinci. Mustahil. Namun sadar betul bahwa hidup ini akan berakhir walau waktu tanpa kita tahu. Itulah sebabnya kubisikkan di telinga cucuku. Percayalah… kalian akan lebih baik!

Yakinlah Alloh akan mengubah segalanya! Yang penting berbuat baiklah… karena sekecil apapun perbuatan itu menjadi investasi bagimu. Nenek-kakek sekadar pejuang dan menjalankan tugas semampunya. Sementara kalian sedang dihadapkan pada suasana berbeda.

Lakukan yang terbaik dan bermanfaat bagi bangsamu! Ikhlaskanlah, karena hidup tak perlu metasa rugi. Beda dengan jual-beli. Beda sekali!

Cucuku, selama orang anggap dunia ini panggung sandiwara maka berperanlah proporsional sesuai arahan Sang Sutradara!

Semoga!***

Dra. Reni Hadijani Relawati S., Guru Pembimbing PAUD Anggrek I, Cihideung, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

No More Posts Available.

No more pages to load.