Jadi Ketua Senat Akademik Unpad, Prof. Ganjar Kurnia: Target 500 Besar Peringkat Dunia

oleh -406 Dilihat
Share

DIDIKPPOS.COM – Prof. Dr. Ganjar Kurnia, DEA, terpilih sebagai Ketua Senat Akademik Unpad periode 2020-2025. Prof. Ganjar terpilih berdasarkan perolehan suara terbanyak melalui voting yang dilakukan para anggota Senat Akademik Unpad 2020-2025 dalam Sidang Pleno yang digelar Senin (21/9/2020).

Prof. Ganjar Kurnia resmi menjabat sebagai Ketua Senat Akademik Unpad bersama Sekretaris Senat Akademik Unpad 2020-2025 Dr. Yoni Fuadah Syukriani, dr., M.Si., DFM, dalam Sidang Pleno lanjutan yang digelar secara luring dan daring, Selasa (22/9/2020).

“Ini adalah sebuah amanah. Amanah adalah merupakan kehormatan, dan kehormatan itu harus dipertanggungjawabkan. Tugas utama Senat Akademik ke depan adalah menunjang visi dan misi Unpad. Salah satu target yang dicapai adalah menjadikan Unpad masuk ke peringkat 500 besar perguruan tinggi terbaik dunia,” kata Prof. Ganjar.

Upaya mewujudkan target tersebut tidaklah mudah. Posisi Unpad di tingkat pemeringkatan dunia memiliki sejumlah kompetitior nasional. Kompetitor saat ini bukan hanya perguruan tinggi negeri. Perguruan tinggi swasta pun mulai masuk.

Rektor ke-10 Unpad ini menjelaskan, ada beberapa catatan yang ke depan menjadi agenda kerja dari Senat Akademik Unpad. Pertama adalah indikator reputasi akademik Unpad. Apabila Unpad ingin meningkatkan indikator reputasi akademik, salah satu caranya adalah menghasilkan lulusan yang unggul.

Catatan lain, rasio dosen dan mahasiswa di Unpad harus seimbang. Prof. Ganjar Kurnia mengatakan, upaya penambahan dosen memerlukan gagasan dan terobosan alternatif lain. Kerja bersama diperlukan untuk mewujudkan hal tersebut.

“Sebetulnya kalau kita bisa meningkatkan beberapa hal saja, Insyaallah dalam waktu 1 – 2 tahun kita bisa mendekati angka 500, dan kemudian 2024, harapan kita untuk masuk 500 besar dunia akan tercapai,” kata Prof. Ganjar.

Prof. Ganjar juga mengapresiasi atas kinerja Senat Akademik 2015-2020 yang diketuai Prof. Oekan S. Abdoellah, Ph.D.

“Kami tinggal melanjutkan saja,” pungkasnya. (des)***

No More Posts Available.

No more pages to load.